Restu dan Doa Orangtua, Rahasia Veddriq Pecahkan Rekor Dunia Wall Climbing

“Saya selalu punya agenda wajib sebelum bertanding, yaitu menghubungi keluarga dulu, terutama ibu dan bapak untuk meminta doa restu serta dukungan agar semua dilancarkan.”

150
Veddriq Leonardo saat menerima medali emas dalam International Federation of Sport Climbing IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. (Foto: dok pribadi)

Muslim Obsession – Sorak sorai dan teriakan para penonton membuncah ketika Veddriq Leonardo berhadapan dengan sahabatnya sendiri, Kiromal Katibin, di babak final International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2021 di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat.

Keduanya sama-sama melesat menuju puncak papan panjat tebing buatan (wall climbing) dalam waktu lima detik.

Veddriq, kelahiran Pontianak tahun 1997, memecahkan rekor dunia, yakni 5,208 detik. Dia memecahkan rekor yang dibuat Kiromal sehari sebelumnya yang mencatat waktu 5,258 detik.

“Suasana IFSC Climbing World Cup 2021 di Salt Lake City sangat kompetitif karena kompetisi ini merupakan seri pertama di kondisi pandemi, banyak atlet dari berbagai negara datang untuk bertanding,” ungkap Veddriq kepada Muslim Obsession, belum lama ini.

Dia mengaku, atlet Indonesia memang ditargetkan untuk memecahkan rekor dunia di nomor speed yang sebelumnya dipegang oleh atlet speed climbing asal Iran, Reza Alipour Shenazandifard. Dia dijuluki cheetah Asia Pada 2013 di Piala Dunia di Haiyang, Cina karena memecahkan rekor dunia dan mencatatkan waktu 5,48 detik.

“Target tersebut menjadi pemantik semangat kami karena sudah diperhitungkan, dari setiap sesi latihan memang memiliki probabilitas untuk memecahkan rekor di Salt Lake City. Di final pun saya merasa enjoy karena sudah memastikan tiket emas dan perak untuk Indonesia. Jadi, saya melakukannya dengan rileks dan maksimal,” tuturnya.

Pada bulan Juli 2021, Veddriq kembali mengharumkan Indonesia. Dia berhasil menyabet medali emas speed putra dalam IFSC Climbing World Cup Villar di Swiss setelah mengalahkan atlet Rusia Dmitrii Timofeev di babak final dengan mencatatkan waktu 5,329 detik, unggul 2,021 detik dari lawannya.

Meski belum memecahkan rekor yang dipegangnya sendiri, Veddriq mengaku senang bisa kembali meraih juara dan mempersembahkannya untuk Indonesia.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini walaupun di sini sangat dingin. Pertandingan kali ini adalah pertandingan yang menantang,” ujar putra dari pasangan Sumaryanto dan Rosita ini.

Veddriq bersama keluarga saat merayakan Idul Fitri. (Foto: IG)

Agenda Wajib

Veddriq mengaku motivasi awalnya dalam berkompetisi terbilang sederhana, yakni hanya ingin membanggakan kedua orangtuanya. Namun, lambat laun mulai berubah.

“Dulu hanya ingin membanggakan orangtua dan saya masih berpikir untuk berprestasi di level nasional. Kalau sekarang saya berpikir bagaimana prestasi yang saya raih dapat membuat Indonesia semakin terangkat namanya di beragam kejuaraan panjat internasional,” kata Veddriq.

“Oleh karena itu, saya harus berkomitmen, fokus, dan bekerja keras. Istirahat yang cukup dan latihan teratur, tidak boleh angin-anginan,” sambungnya penuh semangat.

Namun satu hal yang pasti dan tidak boleh dilewatkannya adalah selalu melibatkan kekuatan doa dan restu orangtua. Veddriq, seperti diakuinya, sudah pasti menelepon kedua orangtuanya terlebih dahulu sebelum bertanding.

“Saya selalu punya agenda wajib sebelum bertanding, yaitu menghubungi keluarga dulu, terutama ibu dan bapak untuk meminta doa restu serta dukungan agar semua dilancarkan,” tandasnya.

Menutup pembicaraan, dia menguntai harapannya, yakni bisa berlaga di Olimpiade Paris tahun 2024 dan Olimpiade Los Angeles tahun 2028.

Sebelumnya, atlet Indonesia sempat tidak lolos di kualifikasi Olimpiade Tokyo tahun 2020 lalu. Namun, Veddriq tidak patah arang.

“Saya akan berlatih lebih keras lagi untuk menempuh waktu yang lebih cepat lagi. Namun, dalam olahraga ini yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan saja, melainkan juga kondisi fisik dan mental yang prima. Untuk itu, dukungan pelatih, teman satu tim, dan keluarga merupakan hal yang esensial. Semoga saya bisa juara olimpiade dan terus mematri prestasi di ajang kejuaraan panjat tebing dunia lainnya,” pungkas pemuda yang mengidolakan atlet panjat nasional Aspar Jaelolo ini. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here