Resmi Dilantik, PD Parmusi Kota Depok Siap Jalankan Dakwah Ilallah

55
Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok resmi dilantik oleh Ketua PW Parmusi Jawa Barat, Harry Maksum, secara virtual pada Sabtu (6/2/2021). (Foto: Tanto/Muslim Obsession)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Jawa Barat, Harry Maksum, resmi melantik Pengurus Daerah (PD) Parmusi Kota Depok yang baru, Sabtu (6/11/2021) pagi.

Mengingat Pandemi Covid-19 belum berakhir, pelantikan tersebut dilakukan secara virtual.

Surat Keputusan Pengurus Pusat Parmusi yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam dan Sekjen Abdurrahman Syagaff, menetapkan dan mengesahkan Susunan PD Parmusi Kota Depok Masa Bhakti 2020-2025. SK tersebut ditetapkan di Jakarta, pada 26 November 2020 lalu.

“Alhamdulillah proses pelantikan virtual Pengurus Daerah Parmusi Kota Depok sudah selesai dilaksanakan. Maka mulai hari ini, kita sudah bisa bekerja sebagai aktivis gerakan Persaudaraan Muslimin Indonesia, khususnya untuk Kota Depok yang kita cintai bersama,” ujar Ketua PD Parmusi Kota Depok, Ahmad Suhijriah, dalam sambutannya.

Ahmad mengatakan, gerakan Parmusi sepenuhnya adalah dakwah ilallah sehingga selamanya tidak boleh berhenti. Ia menyitir pesan Ketua Majelis Syariah PP Parmusi KH. Syuhada Bahri bahwa dakwah tidak boleh berhenti dalam situasi apapun.

Ia meyakini pesan Kiai Syuhada tersebut sudah dipahami dan menjadi komitmen kader dan pengurus Parmusi Kota Depok.

“Oleh karenanya insya Allah kita siap berkomitmen untuk menjalankannya berbagai program yang telah dicanangkan, agar Parmusi menjadi organisasi yang maju, besar, bermartabat dan berkelanjutan dari generasi ke generasi berikutnya,” tegasnya.

Program Parmusi Depok

Ahmad menyampaikan bahwa PD Parmusi Kota Depok sudah memiliki beberapa rancangan program. Pertama, menjalankan visi Parmusi untuk mewujudkan masyarakat madani yang Islami sejahtera lahir dan batin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, yaitu masyarakat Indonesia yang berorientasi pada keimanan dan ketaqwaan, keilmuan, keadilan, kemajuan dan kebersamaan.

“Juga melaksanakan misi kita Bersama untuk meningkatkan kualitas iman, taqwa dan tawakal ummat Islam pada Allah SWT, menanamkan akhlak mulia pada ummat, memperkokoh persatuan dan pergerakan ummat, meningkatkan kualitas kepemimpinan ummat, sosial-politik dan kemasyarakatan,” jelasnya.

Kedua, penguatan organisasi kelembagaan dan kaderisasi, yaitu pembentukan pengurus di tingkat cabang dan ranting, dimana terdapat 11 kecamatan dengan 63 kelurahan di Kota Depok, juga membentuk kepengurusan Muslimah Parmusi Kota Depok. “Kita akan mencoba menyapa kembali para kader Parmusi yang dulu pernah ada di Kota Depok,” kata Ahmad.

Ketiga, akan melaksanakan Program Desa/Kelurahan Madani berdasarkan empat pilar, yakni peningkatan iman dan taqwa, pemberdayaan sosial, peningkatan ekonomi umat dan peningkatan derajat pendidikan.

“Kami tentunya akan menjalankan secara betahap dan terukur. Harapannya akan menjadi sebuah percontohan bagi kelurahan lain di kota Depok,” ujarnya.

Keempat, memberikan pemahaman terkait pentingnya pengurusan sertifikat tanah untuk masjid dan mushalla di Kota Depok. Ada 390 Masjid di Kota Depok dan 1.000 lebih mushalla, namun dari beberapa case yang ada masih banyak mesjid atau mushola yang lahannya belum memiliki sertifikat.

Kelima, pendampingan kepada umat Islam yang sedang sakit yang dirawat di rumah sakit atau di rumah sendiri. Untuk pasien umat Islam yang dirawat di rumah sakit, imbuh Ahmad, PD Parmusi Kota Depok akan bekerja sama dengan rumah sakit di Depok.

“Di sinilah peran Dai Parmusi untuk melakukan pendampingan kepada pasien umat Islam yang sudah sakit parah (menjelang sakaratul maut) juga kepada keluarga pasien. Kita ketahui ada 25 rumah sakit di Kota Depok, minial kita harus punya dai sekitar 40 orang untuk menunaikan tugas khusus ini,” tandasnya.

Keenam, melaksanakan program “Melek Baca Al-Quran”. Menurutnya, data secara nasional tahun 2017 menyebutkan bahwa ada 54% muslim tidak bisa baca Al-Quran. Dari jumlah tersebut, di Kota Depok berdasarkan jenjang pendidikan SMP ada lebih dari 20 persen belum melek baca Al-Quran.

“Data ini belum termasuk anak SD, SMA dan masyarakat secara keseluruhan di Kota Depok. Ini juga merupakan tugas yang tak kalah penting untuk menjadi fokus aksi bagi setiap aktivis Parmusi ke depan,” ungkapnya.

Ketujuh, faktor ekonomi para dai yang masih berada dibawah garis kemiskinan. Ini juga merupakan tugas pengurus Parmusi untuk mencari solusi terbaik agar para dai sejahtera, sehingga bisa menghapus stigma yang beredar di masyarakat bahwa banyak dai yang mendapat julukan sebagai Dai “wal amplopi”.

Menurutnya, stigma tersebut harus dihapuskan demi martabat dan marwah para dai, terutama Dai Pamrusi.

“Masih banyak lagi program yang akan kita kerjakan, seiring dengan akhlak dan moralitas umat di Kota Depok, seperti seks bebas di kalangan remaja, kekerasan rumah tangga dan perempuan. Tentunya semua itu akan kita inventarisir agar kita bisa bekerja maksimal dan terukur,” tukas Ahmad.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengurus PD Parmusi Kota Depok, kader dan simpatisan yang sudah meluangkan waktunya untuk menyelengarakan pelantikan virtual ini. Semoga apa yang kita lakukan menjadi catatan amal baik kita di dunia dan akhirat. Salam Persaudaraan!” harap Ahmad mengakhiri sambutannya.

Usai pelantikan, acara dirangkai dengan diskusi virtual dengan tema “Membangun Sinergi Dakwah di Kota Depok.” Bertindak sebagai Keynote Speaker, Ketua Umum PP Parmusi Drs. H. Usamah Hisyam, M.Sos, yang membawakan tema “Kiprah Parmusi dalam Membangun Bangsa”.

Hadir sebagai pembaca pada diskusi yang dipandu langsung Ahmad Suhijriah tersebut sejumlah narasumber, yakni Ketua Bidang OKK PP Parmusi, H. Syafruddin Anhar SE, MM, Ketua Bidang Pendidikan PP Parmusi, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA, dan Ketua PW Parmusi Jawa Barat, Drs. Harry Maksum, MH. (Des/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here