Resmi Dibubarkan, Pemerintah Beberkan Bukti-Bukti Penyimpangan FPI

121
Habib Rizieq Shihab
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab.

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintah melalui Kementerian Politik Hukum dan Ham resmi mengumumkan pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Ormas yang dipimpin Habib Rizieq Shihab ini menjadi organisasi terlarang.

Dengan begitu, pemerintah seluruh kegiatan dan simbol Front Pembela Islam (FPI). Di Kantor Kementerian Polhukam, Rabu (30/12/2020), Menkopolhukam Mahfud MD memutar potongan video kegiatan FPI dan Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Dalam cuplikan video yang diputar tampak Rizieq Shihab berpidato menggebu-gebu. Vidoe-video itu dianggap sebagai bukti bahwa FPI termasuk ormas menyimpang. Salah satunya mendukung ISIS.

“Apa yang baik dari ISIS kita akui baik. Cita-cita menegaakn khilafah Islamiyah kita akui baik,” katanya.

Sementara ISIS sudah dikenal sebagai organisasi teroris yang keberadaannya tidak diakui di Indonesia. Pada video lain tampak Rizieq Shihab menyebut-nyebut pemerintahan yang dzalim.

“Kalau pemerintah zalim tentara jahat, main tembak, rakyat hartanya dijarah, tanahnya dirampas, syariat islam disingkirikan, perlu ada ISIS tidak?” katanya kepada jamaah yang hadir. Jamaah pun menjawab dengan takbir secara serentak.

Sementara ada pula video sejumlah anggota FPI di Makasar yang berbaiat massal ke ISIs pada Januari 2015.

Pada bagian lain ada tayangan Rizieq Shihab menantang perang.”Kita tantang mereka untuk perang. Mereka punya amunisi, kita juga punya amunisi,” katanya. Cuplikan video itu terlihat berbicara mengenai konflik di Poso, Sulawesi Tengah

Sebelumnya, pemerintah memutuskan melalui keputusan bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jaksa Agung RI, Kepala Kepolisian RI, Kepala BNPT tentang larangan kegiatan simbol dan atribut FPI.

FPI tidak terdaftar sebagai ormas sebagaimana diatur dalm perundang-udangan. Maka secara de jure telah bubar,” kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej, Rabu (30/12/2020).

Karena itu, secara de jure telah bubar, namun masih melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum. “Maka melarang kegiatan simbol, dan atribut dalam NKRI. Apabila terjadi pelanggaran hukum dalam doktrin tiga, aparat hukum akan menghentikan kegiatan,” tambahnya.

“Pemerintah juga meminta kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dan terlibat dalam kegiatan FPI,” kata Edy. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here