Rencana Kemenag Terbitkan Panduan Khutbah Jumat Disambut Pro-Kontra

96
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Pro dan kontra kembali terjadi di tengah masyarakat menyikapi rencana Kementerian Agama menerbitkan panduan atau materi khutbah Jumat. Ada yang sepakat namun ada juga yang tidak setuju.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, program penyiapan khutbah Jumat ini masih dalam tahap rencana. Nantinya penyiapan materi khutbah akan dibahas bersama dengan tokoh agama, tokoh ormas, dan akademisi kampus.

“Kami punya ide pengayaan narasi khutbah Jumat. Tapi ini masih rencana yang akan dibahas bersama dengan tokoh ormas, tokoh agama, serta akademisi kampus perguruan tinggi keagamaan Islam,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Sebelumnya diberitakan, Kemenag sedang mencoba agar para khatib dapat menyampaikan khutbah Jumatnya dengan cara yang baik dan materi yang menyejukkan.

Ini dilakukan mengingat masih banyak khatib yang justru memprovokasi atau mempolitisasi terhadap suatu isu.

Bahkan tak jarang masih ada ulama atau khatib yang menyampaikan khutbahnya cenderung ke arah radikal. Hal itu sangat membahayakan umat, khususnya masyarakat awam.

“Proses penyusunan naskahnya juga akan dilakukan oleh tokoh agama dan akademisi yang biasa berdakwah dan menyampaikan khutbah,” lanjutnya.

Menurut Kamaruddin, penyusunan naskah khutbah ini akan diawali dengan pembahasan terkait signifikansi dan tema. Para penyusun akan merusmuskan bersama kebutuhan pesan keagamaan masyarakat kontemporer lalu dituangkan dalam rumusan tema.

“Tema seputar pengarusutamaan moderasi beragama akan menjadi salah satu yang dibahas bersama. Termasuk tema-tema keagamaan lainnya, baik seputar ubudiyah maupun mu’amalah,” ujar Kamaruddin.

“Termasuk juga tema-tema sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Islam,” lanjutnya.

Kamaruddin berharap, naskah khutbah yang disusun dan disepakati ini bisa menjadi rujukan alternatif bagi para pendakwah.

“Ini juga menjadi bagian dari fasilitasi kita dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait isu-isu aktual dalam perspektif keagamaan,” tandasnya. (Has)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here