Religiositas Calon 

52

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)

Warga Bronx di kota New York ketika dikejutkan oleh sebuah situasi yang berulang biasanya mengatakan “O man! Again?”.

Begitulah kira-kira ungkapan yang layak terlontar di saat kita memasuki musim politik, pilkada maupun pilnas (pilihan nasional). Dan ini berlaku bagi semua tingkat pilihan. Presiden, wakil presiden maupun para pilihan legislatif (DPR, DPD).

Kenapa demikian? Karena hal-hal yang sejak dulu terjadi kini kembali lagi. Promosi-promosi kebaikan masing-masing calon tiba-tiba mendadak lagi muncul atau dimunculkan. Kebaikan yang selama ini tidak pernah nampak, bahkan mungkin realitanya memang tidak ada, tiba-tiba tumbuh bagaikan bunga di musim semi.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, yang sudah pasti pemilih super mayoritas adalah Muslim, Islam sebagai identitas kebaikan menjadi laris manis.

Dengan kata lain, di musim politik dan kampanye ini tiba-tiba keislaman para caleg itu begitu nampak dan dinampakkan. Jangankan mereka yang memang beragama Islam. Bahkan calon yang kebetulan beragama non Islam saja tiba-tiba memiripkan diri bagaikan Muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here