Relawan Indonesia Distribusikan 10 Sapi dan 20 Ekor Daging Kambing untuk Rohingya

580

Jakarta, Muslim Obsession – Konflik dalam negeri di Myanmar yang menimpa umat Muslim Rohingya tak kunjung selesai. Bertahun-tahun Suku Rohingya hidup dalam penindasan dan ketidakpastian. Mereka tinggal di camp-camp yang sudah disediakan pemerintah Myanmar.

Salah satunya mereka tinggal di camp pengungsian Rakhine State Sittwey Myanmar, dan di camp pengungsian di daerah Cox Bazar perbatasan dengan Bangladesh. Mirisnya, ribuan Suku Rohingya belum mendapat hak kewarganegaraan dari pemerintah Myanmar.

Sehingga mereka tidak mendapatkan jaminan hak berupa ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan. Sudah dipastikan kehidupan Suku Rohingya hanya mengandalkan bantuan dari negara-negara asing. Seperti halnya bantuan dari relawan Indonesia Eko Sulistio.

Eko yang sudah malang melintang dalam dunia kemanusian di luar negeri, kini kembali mendatangi Myanmar untuk membantu saudara-saudara Muslim di Rohingya. Aksi kemanusian ini berlangsung sejak 18 April 2019 hingga awal bulan suci ramadan mendatang.

Eko menjadi salah satu relawan Indonesia yang paling aktif melakukan aksi kemanusian di Myanmar. Dibantu oleh para donatur dari lembaga kemanusian seperti DT Peduli, Darussallam Peduli, Mufland Peduli, dan juga Med-a Peduli, Eko mendistribusikan logistik berupa bahan makanan pokok.

Adapun yang sudah didistribusikan adalah:

• Beras total sebanyak 30.000kg atau setara dengan 30 ton beras.

• Cooking oil / minyak goreng total sebanyak ± 3000 liter .

• Bawang merah ±3000kg

• Kacang kacangan ± 3000kg

• Gula ± 3000kg

• Mie kuning ±2000 pack

• Mie putih ±2000 pack

• Garam ±1000kg

• Tepung ±3000kg

• Susu 4000 ±kaleng

• Kentang ± 4000kg

• Sapi di sembelih 10 ekor

• Kambing di sembelih 20 ekor

“Paket bantuan makanan keluarga ini diperuntukan untuk ±1500 kepala keluarga di beberapa camp-camp pengungsian Muslim Rohingya Myanmar,” ujar Eko saat dihubungi, Minggu (28/4/2019).

Camp-camp pengungsian tersebut antara lain: Dar Pine Old Camp Refugee, Maung NiBro Camp Refugee, Maung Tinya Camp Refugee, Say Thar Maji Camp Refugee. Eko menuturkan, kondisi Muslim Rohingya di sana masih sangat memprihatinkan.

“Camp-camp pengungsian Muslim Rohingya sangat memprihatinkan karena tidak ada toilet,” tuturnya.

Menurutnya, gelombang panas yang menerjang kawasan Myanmar menyebabkan udara pengab, teutama di dalam camp-camp pengungsian karena hanya beratapkan terpal plastik. Sehingga para pengungsi khususnya ibu-ibu dan anak-anak banyak yang menderita Ispa.

“Water sanitation buruk sehingga kotoran-kotoran ada dimana-mana. Hal ini menyebabkan kehidupan di camp pengungsian tidak sehat,” jelasnya.

Selain itu, kondisi ini diperparah dengan anak-anak banyak menderita gizi buruk akibat kurangnya pasokan makanan BerGizi. “Banyak anak-anak Muslim Rohingya yang terlihat busung lapar dan sebagian besar anak-anak terlihat tidak memiliki pakaian alias telanjang,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here