Realita Umat Islam, Menyedihkan! 

207

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation USA)

Ini bukan ungkapan pessimisme. Bukan pula ekspresi keputus asaan. Karena sejatinya Islam tidak mengenal pessimisme dan keputus asaan. Keyakinan dasar kita adalah bahwa di penghujung terowongan panjang yang gelap gulita itu ada cahaya yang terang benderang.

Orang Amerika biasa mengungkapkan: “at the end of the long dark tunnel there is a very shining light”.

Umat ini yakin seyakin yakinnya bahwa janji-janji Allah tentang kesuksesan dan kemenangan itu pasti adanya. “Dan Allah tidak pernah mengingkari janjinya” (Al-Quran).

Namun demikian alangkah bijaknya jika janji-janji itu disikapi sebagai “challenge” (tantangan) untuk kita melakukan kerja karas untuk meraihnya. Janji-janji itu ada di atas sana, tergantung di ketinggian langit. Dan umat diwajibkan berjihad untuk meraihnya.

Untuk memulai langkah-langkah jihad itu, umat perlu memahami realita lapangan. Bahwa realita yang ada saat ini, justeru semakin menantang umat ini untuk bangkit dan melakukan perjuangan (jihad) dalam segala lini kehidupannya, demi meraih janji-janji Tuhan.

Realita umat

Saya ingin memulai dengan kehancuran dunia Islam. Bahwa masa lalu negara-negara Islam berada pada posisi perekonomian yang fantastis. Kendati hidup di bawah rejim yang otoritarian, umat hidup dengan kemakmuran.

Saat ini perhatikan realitanya adalah:
Afghanistan hancur.
Iraq hancur
Pakistan di jalan kehancurannya
Libia hancur
Somalia hancur
Syria hancur
Yemen hancur
Mesir di ambang kehancuran
Iran terus genjot untuk dihancurkan
Qatar ditekan untuk dihancurkan
Saudi digenggaman kekuasaan lain
Sudan diinjak tak berdaya
Turki diobok-obok untuk porak poranda
Indonesia dirantai dengan beban hutang
Palestina semakin menderita berkepanjangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here