Ratusan Santri Nahdliyyin Ikuti Orientasi Dai Parmusi

741

Tangerang, Muslim Obsession – Sebanyak lebih dari seratus santri ‘sarungan’ mengikuti Orientasi dan Pelatihan Dai Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) di Masjid Al-Barkah, Pagedangan, Tangerang, Ahad (8/4/2018).

Disebut santri ‘sarungan’, kata Ketua Pengurus Daerah (PD) Parmusi Tangerang Suhalimi Ismedi, karena mereka hadir mengenakan sarung dan peci.

“Mereka berasal dari Pondok Pesantren Bale Rombeng, Tangerang, Banten, yang merupakan ponpes salafiyah berbasis Nahdliyyin. Ada sekitar 100 lebih dai dan daiyah yang ikut orientasi ini,” ujar Ismedi.

Jumlah peserta itu, imbuhnya, sebenarnya bisa lebih besar lagi. Namun, mengingat kuota yang terbatas, maka hanya sekitar 100 lebih dai dan daiyah saja yang boleh ikut.

Ismedi menjelaskan, para peserta orientasi ini dipersiapkan untuk menjadi Dai dan Daiyah Parmusi yang nantinya akan berdakwah di sekitar Tangerang dan sekitarnya.

“Utamanya untuk membentengi akidah umat dari serbuan budaya para pendatang. Kita sudah tahu bahwa saat ini banyak perumahan elit berkembang dan dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi akidah masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, kata Ismedi, Orientasi dan Pelatihan Dai Parmusi ini juga disiapkan untuk melatih para dai yang mampu mengelola Desa Madani Parmusi.

“Mereka akan dibekali skill untuk mengelola Desa Madani yang tengah kita siapkan,” katanya.

Nantinya, lanjut Ismedi, para Dai dan Daiyah Parmusi akan bahu-membahu melakukan empat hal yang menjadi pondasi Desa Madani. Yakni, peningkatan Imtak (iman dan takwa), kemandirian ekonomi, pemberdayaan sosial, dan peningkatan pendidikan.

Sementara itu, Ketua Panitia Orentasi dan Pelatihan Dai Parmusi, Habib Umar, mengatakan bahwa bergabungnya para santri dari kalangan Nahdliyyin membuktikan bahwa jargon ‘connecting muslim‘ yang diusung Parmusi benar-benar mengakar hingga di level masyarakat.

“Ini menjadi bukti bahwa di Parmusi tidak ada lagi perbedaan khilafiyah. Kita semua saudara. Itulah connecting muslim,” katanya.

Bahkan, jika tradisi ini terus diwujudkan di berbagai daerah lainnya, tegasnya, Parmusi akan tampil sebagai organisasi besar yang menghubungkan antarkelompok Islam yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

“Insya Allah Parmusi menjadi organisasi besar. Bahkan lebih besar dari organisasi yang pernah ada. Itu karena Parmusi menjadikan semua Muslim bersaudara,” tandasnya.

Hadir pada kegiatan itu Ketua Umum PP Parmusi, H. Usamah Hisyam, dan Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP), Ustadz Buchori Muslim dan Ustadz. Bernard Abdul Jabbar. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here