Rasulullah Ajarkan Doa Ini Agar Makan dan Minum Tak Direcoki Setan

622
Membaca doa sebelum makan disyariatkan dalam Islam. (Foto: halaldiningclub)

Muslim Obsession – Makan dan minum yang kita lakukan boleh jadi tak berdampak pada keberkahan. Alih-alih mendapatkan berkah dari Allah ‘Azza wa Jalla, justru setan yang terus merecoki dan menyertai kita saat makan dan minum.

Kenapa bisa begitu? Karena saat makan dan minum itu kita tak mengawalinya dengan membaca doa atau minimal membaca ‘Basmalah’. Sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Umayyah bin Mihshon menggambarkan hal ini.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebtu ke mulutnya, ia mengucapkan, ‘Bismillah awwalahu wa akhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa dan beliau bersabda, ‘Setan terus makan bersamanya hingga ketika ia menyebut nama Allah (bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya’,” (HR. Abu Daud no. 3768, Ahmad 4: 336 dan An-Nasai dalam Al-Kubro 10113. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Al-Hakim menshahihkan hadits ini dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Al Mutsanna bin ‘Abdurrahman mengatakan hadits ini hasan dan memiliki berbagai penguat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5: 22).

Hadits ini menunjukkan bahwa setan bisa menyertai orang-orang yang sedang makan dan tidak menyebut nama Allah (membaca: bismillah). Lalu ketika orang itu mengucap ‘bismillah’ di tengah-tengah makan walau makanan tersisa sedikit, maka setan pun memuntahkan apa yang telah dimakan sebelumnya.

Berikut adalah doa yang harus kita baca saat lupa membaca doa makan atau mengucapkan ‘Basmalah’:

بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

(Bismillah awwalahu wa akhirohu)

Artinya: “Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya”.

Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk selalu ingat kepada Allah dalam setiap akivitas kehidupan. Tujuannya tentu saja agar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah tetap terjaga. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here