Ramai Pemilihan Kades, Ini 5 Tips Memilih Pemimpin dari Buya Yahya

398
Buya Yahya (Foto: Youtube)

Jakarta, Muslim Obsession – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 yang berlangsung mulai Oktober 2019 masih ramai menjadi buah bibir masyarakat. Sejumlah daerah seperti di Kabupaten Bandung sudah menyelesaikan pilkades serentak pada Sabtu (26/10/2019) kemarin.

Sedangkan di daerah lain seperti di Kabupaten Bogor, Pilkades bakal digelar serentak pada 3 November 2019. Sebagai warga yang baik, tentunya Pilkades ini menjadi kesempatan untuk memilih pemimpin terbaik putra putri bangsa.

Buya Yahya dalam tulisannya yang dikutip dari buyayahya.org, menyampaikan bahwa kita jangan memilih siapa pun kecuali terbetik di hati Anda makna kejayaan Islam dan umat Islam di bawah pengayoman pemimpin yang Anda pilih, sekaligus sadari bahwa peran hati sangatlah menentukan pilihan Anda.

“Hati inilah yang akan menumbuhkan amanat dan tanggung jawab di hadapan Allah Swt. Amanah yang ada di pundak Anda adalah amat besar. Sekali Anda memilih seorang calon sementara Anda sadar secara lahir ada tanda-tanda ketidakbaikan padanya dan Anda pun tetap memilihnya. Apalagi jika pilihan Anda berangkat dari kepentingan Anda pribadi atau imbalan materi,” kata Buya.

Namun, imbuh Buya, jika ternyata pemimpin itu adalah benar-benar pemimpin yang culas, korup dan berkhianat kepada Allah Swt. dan agama Allah Swt., maka Anda adalah salah satu orang yang mempunyai saham dalam dosa-dosa bersama pemimpin tersebut.

Setiap dosa yang dilakukan pemimpin tersebut jika dilakukan atas dasar kepemimpinan yang Anda berikan kepadanya adalah tabungan dosa buat Anda yang telah memilihnya. Menjaga amanat yang dibebankan kepada Anda adalah kejernihan pikir dan hati Anda disaat memilih dengan tidak terpengaruh oleh rupiah, hadiah dan janji jabatan yang di berikan kepada Anda atau hubungan persaudaraan atau organisasi dan partai.

“Hadirkan di hati Anda kejayaan Islam dan umat Islam di saat hendak memilih. Jauhkan kepentingan-kepentingan yang tidak karena Allah Swt.,” nasehat Buya.

Untuk itu, menurut Buya, jadikan lima hal untuk bekal hati dalam memilih:

Pertama

Niat yang mulia yang dibarengi shalat hajat, istikhoroh dan permohonan kepada Allah Swt.

Kedua

Tentang kedekatan calon pemimpin kepada Allah Swt.

Ketiga

Kedekatan calon dengan hamba-hamba Allah Swt, dalam arti telah terbukti dalam hidupnya ada perjuangan untuk umat agar semakin dekat kepada Allah Swt.

Keempat

Siapa saja yang berada di sekitar calon tersebut. Pemimpin yang baik jika yang menemaninya adalah orang yang tidak takut kepada Allah Swt., maka amat sulit baginya untuk menegakkan sebuah kebenaran atau menghentikan kemungkaran.

Kelima

Tawakkal, berserah kepada Allah Swt. yang Maha Memberi petunjuk dan bimbingan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here