Ramadhan, PBNU Ajak Masyarakat Indonesia Jernihkan Hati

347

Jakarta, Muslim Obsession – Bulan Ramadhan menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim untuk sama-sama menjernihkan hati dari hal-hal yang negatif, seperti hasud, fitnah, ujaran kebencian, dan sombong.

Imbauan tersebut seperti yang disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj bagi warga bangsa Indonesia, terutama umat Islam dan warga NU.

“Itu harus kita bersihkan dari hati kita di bulan suci Ramadhan ini,” kata Kiai Said di Jakarta Pusat, dikutip dari Kemenag, Jumat (17/5).

Kiai Said menambahkan, kalau orang yang berpuasa, tapi tidak menghentikan hal-hal negatif tersebut, maka puasa yang dijalaninya hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Seperti bunyi Hadist Riwayat Ibnu Maja yang berbunyi; berapa banyak orang berpuasa, yang tidak tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.

Kiai Said juga mengajak agar menerima hasil rekapitulasi yang diumumkan KPU pada 22 Mei baik hasil Pilpres maupun Pileg.

“Mari sebagai bangsa yang bermartabat, beradab, berbudaya, beragama, bertaqwa, kita terima apa hasil dari KPU dengan dewasa, dengan lapang dada, dengan besar hati,” ujarnya.

Dalam sebuah sistem demokrasi, masih dikatakan Kiai Said, menang dan kalah merupakan hal yang biasa. Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak agar mempercayakan secara penuh kepada penyelenggara pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP.

“Kalau ada hal-hal yang tidak puas, kita ada jalur hukum, yaitu MK, Mahkamah Konstitusi,” paparnya.

Menurutnya, soal keamanan biarkan itu menjadi tugas aparat TNI dan kepolisian. Sehingga tidak perlu ada pihak-pihak yang main hakim dan memvonis sendiri. Perbuatan main dan memvonis hakim sendiri, sambungnya, bukan tanda orang yang tidak berbudaya, beradab, dan beriman.

“Tandanya orang beriman, bertaqwa, beragama, beradab, berbudaya (itu) harus menjaga ketentraman, kedamaian, persaudaraan, itu tanda-tanda orang beriman dan bertaqwa. Kalau orang itu berbuat yang menyebabkan perpecahan, jelas Itu hal yang tidak diridai oleh Islam, oleh Al-Quran,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here