Ramadhan Di Tengah Perang, Yaman Semakin Tercekik

626
Anak-anak mengungsi di kamp pengungsian di kota Aden. Anak ini dipindahkan dari kota Taiz karena konflik. (Photo: UNICEF)

Sanaa, Muslim Obsession – Ini adalah Ramadhan keempat untuk rakyat Yaman di tengah perang dan kehancuran. Salah satu hasil dari konflik adalah kenaikan harga yang mencekik.

Setelah tiga tahun perang, dengan rumah sakit yang penuh sesak dan harga meroket, orang-orang tidak berharap mereka akan memiliki Ramadhan yang diberkahi.

“Kondisi selama Ramadhan sangat buruk,” kata Sami Shunaif, seorang warga ibu kota Yaman Sanaa, kepada Rudaw, Ahad (20/5/2018).

“Rumah sakit penuh sesak dan keuangan rakyat sangat buruk. Saya secara pribadi hanya mampu membeli seperempat dari apa yang saya beli di tahun-tahun sebelumnya untuk kebutuhan saya selama Ramadhan,” tambahnya.

Biaya barang-barang pokok memiliki dampak yang jelas. Bahkan, pasar hampir kosong.

“Harganya gila. Selain itu, tidak ada gaji. Mereka memberi kami setengah gaji. Bagaimana kita bisa hidup dengan setengah gaji ini? Itu tidak cukup. harga sepuluh kilo beras adalah 18.000, artinya $ 35,” keluh Abdulhalim Al-Matari.

Warga menyambut bulan Ramadhan dengan kantong kosong dan harga jauh di luar jangkauan mereka.

“Harga biasanya meningkat dalam keadaan ini karena pengepungan tirani di negara kami dan itu normal,” kata warga lain, Ali Al-Haj.

Ali mengatakan bahwa kebanyakan orang tidak mampu membayar kebutuhan dasar untuk Ramadhan.

“Bangsa ini hidup dalam tahap kehidupan yang paling sulit bagi seorang warga Yaman,” keluhnya lagi.

Kekhawatiran akan uang hanya sebagian kecil dari apa yang dihadapi rakyat Yaman. Dalam keadaan perang yang sedang berlangsung, kemiskinan nasional telah meningkat dan kehidupan jutaan orang terancam. Orang-orang di Sanaa dipaksa sekali lagi untuk mengurangi persiapan Ramadhan mereka.

Sekitar 10.000 orang tewas dalam apa yang disebut PBB sebagai “krisis kemanusiaan terburuk di dunia.” Karena 22,2 juta orang membutuhkan bantuan akibat wabah kelaparan, kolera, dan difteri. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here