Ramadhan Berlalu, Ketaatan Menetap!

106

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)

Beberapa hari lalu Ramadan berlalu, seolah mengatakan: “goodbyesee you again” (Selamat tinggal, hingga jumpa lagi)!

Kita yang mengenalnya sebagai bulan kebaikan, datang dengan segala kebaikan, tentunya bersedih dan berat hati ditinggalkan. Berat hati untuk melambaikan tangan secara berucap: “goodbye, hope to see you again”.

Tapi Itulah kenyataan. Berlalunya Ramadan sekaligus mengindikasikan bahwa segala sesuatu pasti berlalu. Tiada yang tetap dan abadi. Bagusnya, sebagian yang berlalu itu masih ada harapan untuk kembali.

Ramadan salah satunya. Kali ini telah berlalu. Tapi masih ada harapan untuk kembali. Hanya sebuah harapan. Karena bukan kepastian. Jangan-jangan sebelum masanya kembali, dunia sementara ini telah berakhir abadi.

Ramadan memang telah berlalu. Tapi semangat Ramadan menetap bersama kehidupan kita. Sebagaimana disebutkan oleh seorang ulama:

رمضان ليس شهرا فحسب بل أسلوب حياة وبداية التغيير. لا تدعوه….بل افسحوا المجال ليحيا معكم دوما..

عيد كريم، تقبلًالله منا اجمعين!

Ramadan bukan sekedar sebuah bulan. Melainkan gaya hidup dan sebuah awal dari transformasi hidup. Karenanya jangan tinggalkan. Tapi perluas ruangnya dalam hidupmu untuk bersamamu selamanya.

Dengan berlalunya bulan Ramadan, ada beberapa prinsip dasar Islam yang harus diingat oleh kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here