Raih Sertifikasi Keuangan Syariah, Stellar Perluas Pasar ke Timur Tengah

428
Stellar (Foto: salaamgateway)

Sydney, Muslim Obsession – Integrasi teknologi ke bidang produk keuangan yang sesuai syariah terus dilakukan. Banyak perusahaan keuangan yang menghadirkan ragam produk syariah yang dipadu dengan teknologi (fintech).

Salah satunya perusahaan Stellar yang baru-baru ini telah menerima sertifikasi dari The Shariyah Review Bureau (SRB) untuk platform blockchain yang terkait dengan cryptocurrency.

Keberhasilan perusahaan yang berbasis di California meraih sertifikasi ini semakin mempertegas bahwa fintech memperluas tapak mereka untuk memasukkan pasar pertumbuhan di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Selain itu juga mendorong para ulama Islam untuk menilai validitas dari sisi agama dari mata uang digital.

Sertifikasi ini mencakup blockchain Stellar dan mata uang aslinya disebut Lumens, cryptocurrency terbesar ke-7 dengan kapitalisasi pasar sebesar US$4,3 miliar. Selama setahun terakhir perusahaan telah menjajaki kemitraan dengan perusahaan keuangan di kawasan Teluk dan mencari sertifikasi kepatuhan syariah membantu memperluas diskusi tersebut.

Direktur Kemitraan Stellar, Lisa Nestor mengatakan pihaknya bekerjasama dengan perusahaan yang memfasilitasi remitansi, termasuk di Uni Emirat Arab, Arab Saudi dan Bahrain. “Ini adalah pasar yang sangat besar,” ujarnya seperti dilansir Channel NewsAsia, Kamis (19/7/2018).

Buku digital Stellar dapat digunakan di berbagai bidang di luar pembayaran lintas batas, seperti digitasi aset, dan perusahaan memiliki kemitraan berkelanjutan dengan IBM untuk mengembangkan aplikasi blockchain tersebut.

Pada bulan Februari, bank sentral Arab Saudi dan Ripple yang berbasis di AS menandatangani kesepakatan untuk membantu bank-bank di kerajaan menyelesaikan pembayaran menggunakan teknologi blockchain.

Stellar sendiri didirikan pada tahun 2014 oleh Jed McCaleb, mantan Chief Technology Officer Ripple. The Shariyah Review Bureau (SRB), sebuah firma penasihat Islam yang diberikan lisensi oleh bank sentral Bahrain, memberikan sertifikasi untuk Stellar, di samping pedoman untuk jenis aset yang dapat diperdagangkan di platformnya.

“Untuk teknologi blockchain tidak ada masalah, hal utama yang perlu kami pertimbangkan adalah penggunaan cryptocurrency yang mendasarinya,” ungkap Asisten General Manager di Shariyah Review Bureau Mansoor Ahmed.

Para cendekiawan Islam telah mempertimbangkan atas kebolehan cryptocurrency, waspada terhadap gejolak harga dan jenis aset di balik token digital. Keuangan Islam menekankan aktivitas ekonomi riil berdasarkan aset fisik, menghindari pembayaran bunga dan spekulasi moneter langsung. (Bal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here