Rahasia Puasa Menurut Imam Al Ghazali

396

Jakarta, Muslim Obsession – Puasa memiliki banyak makna dan keutamaan. Terlebih puasa Ramadhan di mana dalam satu bulan penuh umat Islam diwajibkan untuk berpuasa. Para ulama pun banyak yang menjelaskan keutamaan puasa, salah satunya adalah Imam Al Ghazali.

Dr Fahruddin Faiz dosen Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjelaskan tentang rahasia puasa menurut Imam Al Ghazali. Dosen sekaligus ustadz yang kajiannya sudah banyak diviralkan di media instagram dan youtobe itu menjelaskan tentang makna dan rahasia puasa.

Rahasia puasa menurut Al Ghazali secara khusus ditulis dalam kitabnya yang berjudul Asraru Syam. Menurut Ghazali, puasa itu setengahnya kesabaran, dan kesabaran adalah setengahnya iman. Dan puasa itu dalam rangka melatih kesabaran.

Lantas mengapa harus puasa? Bagi Ghazali dasar yang pertama utamanya tetap kepatuhan kepada Allah SWT. Kalau pun ada yang mengatakan puasa menyehatkan itu hanya bagian dari manfaat atau efek, bukan menjadi alasan utama.

“Alasan kita berpuasa dasarnya satu, yakni ketaatan dan kepatuhan kita kepada Allah,” ujar Ustadz Fahruddin dalam ceramahnya di youtobe tentang rahasia puasa yang dikutip lagi oleh Muslim Obsession, Senin (27/4/2020).

“Jadi kalau ada orang yang mengatakan pak saya ini nggak puasa sudah sabar, sudah sehat, sudah baik, nggak berkata bohong. Apakah masih tetap perlu puasa? Tetap perlu. Karena lagi-lagi puasa dasarnya adalah kepatuhan kita kepada Allah. Sama kaya kita shalat dasar utamanya adalah kepatuhan,” jelasnya.

Lantas rahasianya apa?

Kata Ustadz Fahrudddin, Imam Al Ghazali mengatakan, bahwa pertama-tama manusia itu kan drajatnya di atas hewan, karena dia punya akal. Kemudian manusia itu di bawah malaikat, kenapa? Karena dia punya hawa nafsu. Maka manusia diminta agar tetap berhati-hati.

“Jadi manusia itu drajatnya di atas hewan dan di bawah malaikat. Lalu kenapa harus puasa? Puasa itu memerangi hawa nafsu,” tutur Ustadz Fahruddin yang kerap dikenal dengan kajian tasawufnya.

“Kenapa harus diperangi? Karena kalau hawa nafsu ini menguasai dia bisa jatuh ke level hewan,” tambahnya.

Namun kata Ustadz Fahruddin, apabila manusia bisa menaklukan hawa nasfu dia naik kelas ke level malaikat. Pertanyaan kenapa manusia harus naik kelas ke level malaikat? Kata ustadz, bukan berarti manusia ingin jadi malaikat, tapi malaikat itu adalah makhluk yang sangat dekat dengan Allah.

“Dalam banyak hadits dijelaskan barang siapa yang bisa menaklukan hawa nafsu, bisa melakukan puasa lahir dan batin maka Allah akan menggangap mereka itu sebagai malaikat-malaikatnya,” tuturnya.

Salah satu cara bisa memerangi nafsu menurut Al Ghazali, kata ustadz Fahruddin adalah dengan puasa. Sedangkan Nasfu itu bisa melemah dalam keadaan lapar. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here