Rahasia Kecerdasan B.J. Habibie yang Tak Terungkap

5140
BJ Habibie

Oleh: Wildan Nugraha (Quranic Motivation)

Dalam suatu kesempatan, saya pernah menghadiri sebuah kajian Ustadz Bachtiar Nasir, Lc pada saat itu di sebuah masjid daerah Bandung. Ada cerita menarik yang disampaikan Ustadz Bachtiar tentang sosok Eyang Habibie.

Sebagaimana yang kita ketahui, sosok Habibie lahir dari keluarga yang religius. Ayahnya bahkan wafat ketika mengimami shalat keluarganya. Tak kurang dari 2 juz dalam sehari Ayahnya membaca Al-Quran.

Jangan tanya keshalihan ibunya. Beliau ahli taklim, dalam sepekan tak pernah dilewati kecuali khatam Al-Quran.

Suatu ketika Pak Habibie bertutur tentang kisah perjuangannya selama di Jerman. Beliau berkompetisi dengan dua orang Yahudi yang mana dua orang Yahudi ini selalu menjadi juara di kelasnya.

Sampai suatu ketika, Eyang Habibie merasa penasaran rahasia apa sih yang membuat mereka itu begitu cerdas, padahal Eyang Habibie sudah begitu keras dan mati-matian dalam belajar.

Sampai akhirnya dia bertanya ke orang Yahudi itu apa rahasia mereka bisa pintar? Diajaknyalah Habibie menginap di asrama orang Yahudi tersebut. Ketika menginap di sana, Pak Habibie kaget, karena jam 2 malam orang Yahudi itu sudah bangun, membaca buku, belajar.

Didekatinya diam-diam. Lalu ditanyakan kepada orang Yahudi tersebut buku itu. Kamu membaca apa? Orang Yahudi itu kaget, terperanjat, dengan segera buku itu disembunyikan di balik badannya.

Setelah lama berkutat, akhirnya Pak Habibie mendapatkannya. Ketika di buka ternyata itu adalah Al-Quran. Betapa kagetnya Pak Habibie. Lalu ia berkata, “Ini kan Al-Quran, kitab suci saya, kitab suci umat Islam. Kenapa kamu baca ini?”

Orang Yahudi tersebut kemudian berkata, “Rudy… Seandainya umat Islam membaca Al-Quran dan menaruh perhatian kepadanya, maka niscaya mereka tidak akan pernah bisa dikalahkan. Inilah kunci kesuksesan umat Islam yang ditinggalkan oleh umat Islam sendiri.”

Akhirnya setelah menyadari hal itu, setiap jam 2 malam Pak Habibie selalu bangun, mandi, shalat tahajjud dan membaca Al-Quran, istiqamah dalam rutinitasnya.

Kita pun bisa menemukan keshalihan yang lainnya. Pak Habibie suatu ketika ditanya, “Di sisa waktu-waktu yang Eyang miliki, mau dipakai apakah waktu yang sangat terbatas ini?”

Eyang dengan nada khasnya menjawab, “Saya akan habiskan waktu untuk membuat pesawat R80 agar bangsa Indonesia bisa memiliki pesawat sendiri. Sebagian waktu yang lain, akan Eyang gunakan untuk membaca Al-Quran sebanyak-banyaknya. Eyang ingin bertemu dengan Ibu Ainun. Ibu Ainun itu orang yang baik, orang yang shalihah, rajin beribadah, saya yakin Ibu Ainun ada di surga. Maka saya harus membaca Al-Quran untuk memantaskan diri, supaya bisa bertemu Ibu Ainun di surga”.

Dalam sebuah kesempatan konfrensi di Mesir, Pak Habibie pernah berkata, “Saya ini adalah seorang teknokrat, saya bisa membuat pesawat terbang, saya memiliki ilmu itu. Tapi setelah saya sadari, bahwa ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu ilmu agama.”

Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA pun pernah bercerita tentang kedahsyatan Pak Habibie ini, semata-mata karena didikan orangtua yang mendidik Pak Habibie seperti Imam Nawawi, gemar belajar, ibadah, dan membaca buku.

Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan, siapapun yang dekat dengan Al-Quran akan diberkahi dan teranugerahi kecerdasan yang luar biasa. Sosok Eyang Habibie saya rasa salah satunya.

Masyaa Allah…
Hari ini kita kehilangan sumber mata air Indonesia. Semoga ke depan Indonesia bisa kembali teranugerahi sosok seperti Pak Habibie.

Al-Fatihah…

8 KOMENTAR

  1. CERITANYA AGAK ANEH:
    Pertama.. Habibie diajak menginap di asrama Yahudi”
    >>Diajaknyalah Habibie menginap di asrama orang Yahudi tersebut. Ketika menginap di sana, Pak Habibie kaget, karena jam 2 malam orang Yahudi itu sudah bangun, membaca buku, belajar.

    >>Pak Habibie kaget karena jam 2 malam orang Yahudi itu sudah bangun dan membaca buku, belajar.
    Pertanyaannya.. Kenapa pak Habibie sampai bertanya buku apa itu? Apakah waktu si Pemuda Yahudi membaca Alquran tidak keluar suaranya? Seharusnya ketika Yahudi itu sedang membaca Alquran otomatis pak Habibie sudah langsung tau dong kalau itu Alquran, sudah jelas dari ceritanya mereka membaca Alquran.. apa pak Habibie tidak mendengar suara mereka saat membaca Alquran tersebut. Lalu kenapa pak Habibie harus bertanya lagi? Aneh ya ..

    Kalau saya di posisi pak Habibie, ketika para Yahudi bangun jam 2 untuk membaca Alquran dan terdengar memang Alquran yang dibacanya, saya tak perlu kaget dan bangun dan bisa memastikan langsung bahwa yang dibaca adalah Alquran, dan lanjut tidur lagi. Beres. Tapi dari ceritanya yang disadurkan jadi agak aneh.. hahaha..

    Bagaimana menurut pembaca?

    • bisa saja yg dibacanya adalah alqur’an terjemahan. membaca terjemahan dapat dibaca seperti buku tak perlu mengeluarkan suara bukan? kalaupun bukan terjemahan bisa saja memang beliau membacanya dengan pelan. seperti halnya bacaan dalam sholat. meski berdiri tepat disamping orang yang sholat kita belum tentu dapat mendengar bacaanny bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here