Rahasia dari Ustadz Adi Hidayat Agar Rezeki Tetap Lancar

248

Jakarta, Muslim Obsession – Banyak orang pasti menginginkan diberi kenikmatan dunia dengan di lapangkan rezekinya. Tidak ada yang salah, karena manusia memang dituntut untuk sukses di akhirat dan sukses di dunia.

Agar kebahagian akhirat dan dunia bisa tercapai, tentu harus ada usaha, tidak bisa hanya berdiam diri. Islam mengajari kita untuk bersungguh-sungguh dalam mencari rezeki dengan cara yang benar.

Kata Ustadz Adi Hidayat mencari rezeki yang benar dan baik itu sudah diajarkan dalam Islam yang bersumber pada Al-Quran dan hadits.

Baca juga: Amalan Dari Ustadz Adi Hidayat Agar Cepat Punya Keturunan

Seperti dikutip Muslim Obsession dari channel Youtube Shirathal Mustaqim, Ustadz Adi menjelaskan setidaknya ada dua level awal rezeki yang harus diketahui bagaimana cara mendapatkannya.

“Pertama adalah rezeki yang mutlak dicari dengan ikhtiar atau usaha. Anda berdagang, berbisnis, menjadi karyawan, dan sebagainya,” kata ustadz yang biasa disapa UAH ini.

Hal ini disesuai dengan keterangan di Surat An Najm ayat 39. Disebutkan bahwa manusia hanya memperoleh atas apa yang ia usahakan.

Baca juga: Jawaban Mengejutkan Ustadz Adi Hidayat Saat Ditanya Berapa Tarif Sekali Ceramah?

Dalam bekerja, kata dia, maka harus mengikuti tuntunan agama. Seperti, makan dari rezeki yang zat dan caranya halal (Al Baqarah: 168), selalu berbuat baik dan bertakwa (Ali Imran: 172), dan mengharap berkah dengan menjaga iman dan takwa (Al A’raf: 96).

Dari semua itu kunci utamanya, kata UAH, ada di Surat Al Isra ayat 76 – 82. Yaitu, melaksanakan shalat tahajud.

“Karena tahajud ini rahasia kekayaan para sahabat Nabi yang konglomerat. Seperti Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, bahkan Abu Bakar,” kata UAH.

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Hukum Asuransi dalam Islam

Rahasia lain agar rezeki terus mengalir –selain melakukan usaha—adalah bersyukur. “Ada rezeki yang akan turun itu karena kita bersyukur,” sambung UAH.

Hal itu tertuang dalam Surat Ibrahim ayat 7. Siapa saja yang bersyukur, maka nikmat dan rezekinya pasti ditambah.

Bentuknya adalah zakat (At Taubah: 103) dan sedekah (Al Baqarah 172). “Banyak orang mengira kalau harta kita keluarkan untuk zakat dan sedekah itu hilang. Padahal itu hanya cara Allah mau menambah rezeki kita, tapi kita yang tidak mau,” tegasnya.

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat: 7 Amalan Setelah Shalat Ini Pahalanya Luar Biasa

UAH mengatakan, beberapa sahabat utama Nabi adalah orang-orang kaya. Mereka yang hartanya banyak, tetapi shalat selalu berjamaah di masjid, tahajaud bisa khatam Quran semalam, siangnya jenguk orang sakit, mengantar ke makam orang meninggal, dan semua kebaikan dikerjakan.

Demikian kunci dari UAH agar kita dimudahkan rezekinya oleh Allah, semoga sahabat Muslim semua bisa terus di lapangkan rezekinya, dimudahkan segala urusannya, dan senantiasa bersyukur atas karuniaNya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here