Quraish Shihab Temui Paus Fransiskus

417
Quraish Shihab (Foto: Kompas)

Jakarta, Muslim Obsession – Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Ahad (3/2/2019). Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan putra mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed An-Nahyan, untuk ikut serta dalam konferensi antaragama bertajuk Pertemuan Persaudaraan Manusia.

Dalam kunjungan itu, Paus juga akan bertemu dengan Imam Besar Masjid Al-Azhar Kairo Ahmed At-Tayyeb yang merupakan panutan bagi Muslim Sunni. Tak hanya itu Ulama dan pakar tafsir Al-Quran, Quraish Shihab turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Di hadapan sekitar 400 ulama dan tokoh agama, Quraish Shihab mengatakan agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni.

“Manusia dihadapkan pada tantangan dalam mewujudkan persaudaraan manusia, yakni peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin, disertai dengan sifat rakus atau tamak, egoisme dan mengesampingkan manusia dan kemanusiaan,” ungkapnya, Rabu (6/2/2019).

Meski demikian, ulama terkemuka Indonesia ini optimistis bahwa kesempatan untuk mewujudkan persaudaraan manusia masih terbuka luas.

“Bukan saja karena kita harus optimistis dalam segala hal, atau karena naluri kebaikan ada dalam diri setiap insan, tetapi karena tanda-tanda ke arah itu terbentang jelas di depan mata kita. Antara lain, hubungan yang baik antara tokoh-tokoh agama, saling tukar pikiran antar sesama, dengan gagasan-gagasan yang mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia,” katanya.

Quraish menghadiri Pertemuan Persaudaraan Manusia di Uni Emirat Arab sebagai anggota Majelis Hukama’ Al-Islam atau Moslem Elders Councils, Majelis Orang-orang Bijak Muslim. Quraish merupakan salah satu pendiri majelis tersebut bersama beberapa ulama lain dari Maroko, Tunisia, Uni Emirat Ara, dan Nigeria.

Majelis HukamA’ Al-Islam dipimpin Ahmed At-tayyeb sebagai Imam Besar Al-Azhar di Mesir. Organisasi ini bertujuan menghindarkan kekerasan dalam bentuk apapun serta mengedepankan dialog sambil menegaskan baha perbedaan pendapat harus dihormati walaupun tidak disetujui.

Hasil pertemuan itu diakhiri dengan pendeklarasian dokumen bertajuk Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Ahmed At-Tayyeb. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here