Quraish Shihab: Hati Nurani Belum Tentu Selalu Berkata Benar

85
Prof. Quraish Shihab dan Najwa Shihab dalam Shihab & Shihab.

Jakarta, Muslim Obsession – Sering kita mendengar hati nurani itu selalu berkata jujur dan berkata benar. Kalimat itu sepintas terkesan benar. Namun menurut pakar ilmu tafsir Quraish Shihab menilai hati nurani itu tidak selalu, atau belum tentu berkata benar.

Quraish mengatakan, banyak ditemukan di masyarakat orang bertindak dengan mengatasnamakan hati nurani, tapi hasilnya malah tidak baik dan merugikan, baik bagi dirinya maupun orang lain. Atau ada seorang yang menjadi egois dan arogan karena menurutnya yang dilakukannya sudah sesuai hati nuraninya dan beranggapan bahwa hal itu benar.

Dalam sebuah acara yang dipandu putrinya Najwa Shihab dalam program Shihab&Shihab, Habib Quraish berkata, bahwa hati nurani itu tidak selalu benar. Karena hati nurani itu terbentuk oleh lingkungan, budaya, dan pengetahuan. Jika isi hati nurani keliru maka bisikan hatinya bisa menjadi keliru.

Baca juga: Apakah Orang Mati Bisa Lihat Orang yang Hidup? Ini Jawaban Quraish Shihab

“Kalau ada yang mengatakan hati nurani itu selalu benar, itu keliru. Karena benar atau tidak itu tergantung suasana hatimu,” jelas Quraish.

Quraish mengatakan, kalau hati seseorang sudah terlalu gelap, banyak gelimpang dosa, dikuasai nafsu, dan maksiat, jauh dari cahaya dan petunjuk Allah SWT, maka suara hatimu pun akan berkata gelap dan kotor. Begitu sebaliknya, kalau hati seseorang itu bersih, penuh kesadaran dan ketaatan kepada Allah, maka keluarnya bisa menjadi cahaya kebenaran.

“Jadi cek dulu hatimu, jika hatimu terlalu kuat dikuasai nafsu, maka keluarnya pasti keburukan,” jelasnya.

Baca juga: Quraish Shihab: Tidak Ada Orang Masuk Surga Karena Amalnya

Maka yang membentuk atau mengisi hati nurani tersebut akan mempengaruhi hasil. Jika seseorang bertanya pada hati nurani yang dibentuk dari berbagai sumber dan latar belakang yang tidak baik, maka hasilnya akan tidak baik. Demikian juga, jika hati nurani berisikan atau dibentuk dari sumber yang baik maka hasilnya pun adalah kebaikan.

Pendiri Pusat Studi Al-Quran itu lebih lanjut menerangkan, jika ingin jawaban-jawaban yang kita tanyakan pada hati nurani itu baik dan benar, maka hati nurani haruslah dibentuk dan diisi dengan cahaya ilahi. Sederhananya, hati nurani haruslah diisi dengan sumber-sumber kebaikan. Habib Quraish menegaskan: “Dan sumber dari segala sumber adalah Al-Quran.”

Hati nurani yang telah terbentuk dan telah terisi dengan baiklah yang bisa ditanyai dan jawabannya dapat dijadikan pegangan. Hati nurani yang demikian adalah seperti yang telah dikatakan oleh sabda Nabi Saw ‘istafti qalbak’ (mintalah fatwa pada hatimu). Jadi hati nurani yang dimaksud Nabi adalah hati nurani yang telah dibentuk dengan sumber yang benar.

Baca juga: Penjelasan Quraish Shihab Mengapa Nabi Muhammad Diturunkan di Mekkah

Lalu bagaimanakah caranya membentuk hati nurani dengan sumber-sumber yang baik, yaitu utamanya dengan Al-Quran? Quraish dengan singkat menjelaskan, bahwa cara mudah untuk membentuk hati nurani yang baik adalah dengan terus mengaji, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan senantiasa memohon petunjuk. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here