QR Code Sertifikat Vaksin Indonesia Belum Bisa Terbaca di Arab Saudi

70
Jaga jarak ibadah shalat di Masjidil Haram dampak Covid-19 (Foto: Arab News)

Jakarta, Muslim Obsession – Quick response code (QR code) pada sertifikat vaksin covid-19 pemerintah Indonesia belum bisa dibaca oleh sistem Arab Saudi. Padahal, QR code tersebut dibutuhkan sebagai syarat pelaksanaan umrah.

“Kami sudah mencoba beberapa kali membaca QR code sertifikat dari Indonesia, sampai pada saat kami uji coba itu belum bisa terbaca,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali dalam diskusi virtual bertajuk ‘Apa Kabar Umrah Kita?’, Rabu (22/9/2021).

Menurut Endang, sertifikat vaksin sejumlah negara, seperti Nigeria, sudah terbaca. Sementara sertifikat vaksin Indonesia malah belum terbaca.

Endang mengatakan sertifikat vaksin menjadi syarat mutlak jamaah umrah dari luar Arab Saudi. Hal itu merupakan rangkaian protokol kesehatan (prokes) yang berlaku di sana.

Arab Saudi juga memberlakukan penyertaan dua sertifikat bagi jamaah umrah. Sertifikat vaksin dua dosis dan vaksin dosis ketiga atau booster.

“Apakah kita sudah siap dengan hal ini? Tentu pertanyaannya kembali kepada publik dan juga para penyelenggara,” ucap Endang.

Selain itu, biaya perjalanan umrah diprediksi meningkat. Pasalnya, terdapat aturan pembatasan sebagai bagian prokes jamaah umrah.

“Sekarang transportasi harus 50 persen (kapasitasnya). Kemudian juga kamar yang tadinya 4 menjadi 2 (orang),” ujar Endang

Dia mengatakan syarat itu menjadi keniscayaan di masa pandemi covid-19. Jamaah mesti beradaptasi dengan kondisi tersebut.

“Adaptasi jamaah di masa pandemi juga masih harus kita perhatikan menjadi poin penting,” kata Endang. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here