Puluhan Murid Sekolah Islam di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata

38

Jakarta, Muslim Obsession – Pemerintah negara bagian Niger di Nigeria Tengah mengungakpakan, bahwa puluhan murid sekolah Islam telah diculik oleh kelompok bersenjata. Hal itu seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (31/5/2021).

Penculikan itu terjadi pada Ahad (30/5) waktu setempat itu. Penculikan itu terjadi sehari setelah 14 mahasiswa dari sebuah universitas di barat laut Nigeria dibebaskan setelah 40 hari disandera.

Juru bicara kepolisian negara bagian Niger, Wasiu Abiodun mengatakan para penyerang tiba dengan sepeda motor di kota Tegina dan mulai menembak tanpa pandang bulu, menewaskan satu warga dan melukai beberapa orang lainnya. Mereka kemudian menculik anak-anak dari sekolah Islam Salihu Tanko.

Salah satu pejabat sekolah, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan para penyerang awalnya menculik lebih dari 100 anak “tetapi kemudian memulangkan anak-anak yang mereka anggap terlalu kecil, yakni mereka yang berusia antara empat dan 12 tahun”.

Pemerintah negara bagian Niger, dalam serangkaian tweet, mengatakan para penyerang telah melepaskan 11 murid yang “terlalu kecil dan tidak bisa berjalan” sangat jauh.

Kelompok-kelompok bersenjata kerap meneror penduduk di barat laut dan tengah Nigeria dengan menjarah desa, mencuri ternak, dan menyandera orang.

Penculikan semacam itu telah menjadi cara yang sering dilakukan para penjahat untuk mengumpulkan uang tebusan.

Sejak Desember 2020, 730 anak dan pelajar telah diculik, sebelum penyerangan pada hari Minggu (30/5) tersebut.

Pada tanggal 20 April, orang-orang bersenjata yang dikenal secara lokal sebagai “bandit” menyerbu Universitas Greenfield di barat laut Nigeria dan menculik sekitar 20 mahasiswa, menewaskan seorang anggota staf sekolah dalam aksinya.

Lima mahasiswa dieksekusi beberapa hari kemudian untuk memaksa keluarga dan pemerintah membayar uang tebusan. Empat belas mahasiswa dibebaskan pada hari Sabtu (29/5).

Pers lokal mengatakan bahwa keluarga para mahasiswa tersebut telah membayar uang tebusan sebesar 180 juta naira (US$ 440.000) untuk pembebasan mereka. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here