Puluhan Anak Tak Sekolah, Warga Pulau Kera Bertahun-tahun Terdzalimi

1810

Pulau Kera, Muslim Obsession – Sekitar 70 anak usia Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di Pulau Kera, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, NTT (Nusa Tenggara Timur) tidak bersekolah sehingga terancam buta huruf.

Kehidupan 411 warga dari 114 KK (Kepala Keluarga) di Pulau yang terletak sekitar 35 mil (satu jam perjalanan perahu motor) dari Kota Kupang ini sangat memprihatinkan dan mengenaskan.

Selain hidup di bawah garis kemiskinan, status kependudukan sipil mereka pun belum diakui oleh pemerintah Kabupaten Kupang, sehingga warga tak dapat memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk).

“Kami sudah berusaha untuk mendapatkan KTP, tetapi sampai sekarang tidak mendapatkan pelayanan,” keluh Ketua RW Hamdan Saba didampingi tokoh agama setempat Arsyad Abdul Latief saat berdialog dengan Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) H. Usamah Hisyam yang memimpin ekspedisi Kafilah Dakwah Parmusi ke Pulau Kera Senin (5/2/2018).

Mereka bahkan tengah mempertahankan wilayah tanah leluhurnya yang dihuni sejak awal 1900-an itu. Pulau seluas 40 hektar tersebut konon telah dimiliki oleh sebuah perushaan milik pengusaha keturunan Cina di Kupang yang disinyalir akan membangun pulau wisata sekaligus lokasi kasino.

 

Kabarnya mereka sudah memiliki 25 hektar lahan tersebut, meski warga tak pernah mengetahui bukti legalitasnya. Sedangkan sisanya yang dihuni secara turun temurun oleh mayoritas suku Baco Sulawesi Tenggara, suku Timor, Flores, dan Rote akan mereka ambil.

“Kami akan direalokasikan ke tanah rawa di Kupang daratan, tetapi kami bertahan sampai sekarang,” ungkap Arsyad.

“Lebih baik kami mati di sini dengan berjihad mempertahankan masjid dan tanah leluhur kami daripada digusur, lantas masjid kami dibongkar,” tandas pria 64 tahun itu.

Konsekuensi yang dihadapi warga atas permasalahan yang dihadapi, kata Arsyad, mereka tak memiliki sarana pendidikan sekolah apalagi puskesmas. “Di sini dilarang didirikan sekolah,” ujarnya.

Satu-satunya pendidikan informal adalah dilaksanakannya pendidikan hafal Al-Quran (juz ‘amma) bagi anak-anak oleh Ustadz Yusril Mahendra, yang juga menjadi pembina spiritual warga melalui pengajian rutin di masjid.

“Karena Pulau ini baru saja kami canangkan bersama warga sebagai Desa Madani binaan Parmusi, maka Insya Allah, Parmusi akan mengirimkan dua guru ke sini, yakni guru bahasa dan pengetahuan umum serta guru matematika. Kasihan anak-anak, sudah terdzalimi bertahun-tahun,” kata Usamah kepada warga.

Menurut dia, siswa-siswi yang akan mengikuti pendidikan di Pulau Kera nantinya akan dikutsertakan dalam ujian Paket C pada Madrasah Hidayatullah di Kota Kupang.

“Semalam saya sudah bahas dengan Ustadz Usman Maman, Ketua Hidayatullah NTT,” ungkap Usamah. (Anto/Uka)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here