Puisi Menyentuh Hati dari Habibie Saat Ditinggal Ainun

1835
BJ Habibie

Jakarta, Muslim Obsession – Masyarakat Tanah Air benar-benar berduka, Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia.

Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB setelah beberapa lama mendapat perawatan atas penyakitnya.

Habibie pergi menemui sang istri tercinta Hasri Ainun Habibie yang meninggal di München, Jerman, 22 Mei 2010 pada umur 72 tahun. Habibie bahkan pernah menulis puisi saat ditinggal Ainun untuk selamanya.

Ini isi puisi tersebut:

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan calon bidadari surgaku

-Bacharuddin Jusuf Habibie-

Dalam puisi tersebut terlihat jelas rasa cinta yang besar Pak Habibie terhadap Ainun. Kebersamaan selama 38 tahun bukanlah waktu yang singkat. Hanya Ainun yang ada di samping Pak Habibie dalam menapaki jatuh bangun kehidupan.

Begitu indahnya kisah asmara mereka hingga detik ini pun masih dikenang oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here