Puasa itu Membangun Keseimbangan 

176

Oleh: Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)

Manusia itu menjadi manusia karena tiga elemen dasar penciptaannya, yang menyatu dalam bangunan hidupnya. Saya menyebut tiga elemen ini sebagai pilar hidup. Manusia tidak menjadi manusia kecuali ketiganya menyatu (integratif) dalam hidupnya.

Jika tidak maka yang terjadi adalah seseorang nampak seperti manusia, tapi sejatinya mereka dalam karakternya berwujud lain. Boleh jadi mereka justeru berwujud “bagaikan hewan-hewan, bahkan lebih jahat dari hewan-hewan” (Al-Quran).

Ketiga Pilar hidup manusia itu adalah jasad, akal, dan ruh. Jasad dibentuk dari tanah liat (thiin), akal terbentuk dengan “ta’lim” (al-ilm), dan ruh dengan ditiupkannya ruh kesucian (nafkhur ruh).

Ketiganya menyatu secara integratif sebagai pilar kehidupan manusia dalam menjalani hidupnya.

Menyatunya ketiga pilar hidup dengan imbang (balance), menjadikan manusia sebagia ciptaan terbaik (ahsana taqwiim), bahkan menjadi makhluk yang termulia (karramna Bani Adam).

Karena posisi ini pula Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai simbol penghormatan dan pemuliaan.

Kelebihan-kelebihan itu juga yang menjadi dasar utama kenapa manusia menjadi makhluk yang dimuliakan. Dan karena kesempurnaan komposisi ini pula, manusia diberikan tanggung jawab kekhilafahan.

Yaitu tanggung jawab suci dalam membangun dan memakmurkan bumi ini demi terwujudnya kehidupan yang aman, damai, makmur dan berkeadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here