PUASA dan IKHLAS (Bagian 2)

162
Ilustrasi Puasa (Foto: Islam Kafah)

Oleh: Abdullah Mahmud

Adapun goal atau tujuan yang dicita-citakan orang yang ikhlas itu;

  1. Masuk jannatun-na-im.

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ (40) اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌ (41) فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَ (42) فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ (43)

“Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa), mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan, (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,” (QS. Ash-Shaffat [37]: 40-43).

Ada ungkapan para ulama yang menarik untuk disimak; “Semua manusia itu akan musnah kecuali orang yang berilmu. Semua orang yang berilmu akan musnah kecuali orang yang beramal. Semua orang yang beramal akan musnah kecuali orang yang ikhlas.” Subhanallah.

  1. Berharap amalnya diterima Allah subhanahu wa ta’ala. Dalilnya? Rasulullah ﷺ bersabda:

« إنَّ اللهَ عزَّ وَجَلَّ لاَ يَقبَلُ مِنَ العَمَلِ إلَّا مَا كَانَ خَالِصًا وَابتُغيَ بِهِ وَجْهُهُ »

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas mengharapkan wajah-Nya,” (HR. An-Nasaie. Shahih)

  1. Memperoleh syafaat Rasulullah ﷺ di akhirat. Nabi ﷺ bersabda:

« أسْعَدُ النَّاسِ بشَفَاعَتي يَومَ القِيَامَةِ ، مَن قالَ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ ، خَالِصًا مِن قَلْبِهِ ، أوْ نَفْسِهِ »

“Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku adalah orang-orang yang mengatakan ‘Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah’ dengan ikhlas dari dalam lubuk hatinya atau dirinya,” (HR. Bukhari).

  1. Bersihnya qalbu dari karat kedengkian. Rasulullah ﷺ bersabda:

« ثلاثٌ لا يُغلُّ عليهنَّ قلبُ امرئٍ مؤمنٍ : إخلاصُ العملِ للَّهِ ، والمُناصَحةُ لأئمَّةِ المسلمينَ ، ولُزومُ جماعتِهِم ؛ فإنَّ دعاءَهُم مُحيطٌ مِن ورائِهِم »

“Ada tiga hal yang dengannya hati seorang muslim akan bersih (dari khianat, dengki, dan keburukan) yaitu beramal dengan ikhlas karena Allah, menasihati ulil amri (penguasa) dan berpegang teguh pada jama’ah kaum Muslimin, karena do’a mereka meliputi dari belakang mereka,” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah. Shahih).

  1. Memperoleh pengampunan dosa dan pahala berlipat.

Rasulullah ﷺ mengisahkan tiga orang Muslim di hadapan mahkamah Allah subhanahu wa ta’ala kelak. Hadits dari Abu Hurairah riwayat Imam Muslim, An-Nasa’ie, Imam Ahmad dan Al-Baihaqy ini menyebutkan, ada: (1) seorang mujahid, (2) seorang alim, dan (3) seorang dermawan. Bukan surga yang diperoleh, justru neraka yang didapat ketiganya. Mengapa bisa demikian? Karena mereka tidak ikhlas. Mereka riya’, berbuat bukan karena Allah. Mengerikan.

  1. Memperoleh kemenangan. Rasulullah ﷺ bersabda:

« بشِّرْ هذه الأمَّةَ بالنَّصرِ والسَّناءِ والتَّمكينِ ، فمَن عمِل مِنْهُمْ عَمَلَ الآخرةِ لِلدُّنيا لم يَكُنْ لَهُ فِي الآخرةِ نَصِيْبٌ »

“Umat ini diberi kabar gembira dengan kemenangan, kemuliaan, dan kedudukan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun,” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim dan Al-Baihaqi. Shahih).

  1. Diterima manusia dan dicintainya serta tidak gelisah. Nabi ﷺ bersabda:

« مَنْ كَانَتِ الدُّنيا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيهِ أمرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ، وَلَمْ يَأتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الآخَرَةُ نيَّتَهُ ، جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنيَا وَهِيَ رَاغِمةٌ »

“Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, niscaya Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kefaqiran membayangi kedua matanya, dan dunia tidaklah datang kepadanya melainkan apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, maka Allah akan mengumpulkan segala urusannya dan menjadikan kekayaan memenuhi hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Ibnu Majah. Shahih)

  1. Terhindar dari fitnah dan memperoleh pahala meskipun tidak berbuat.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهٖۙ وَهَمَّ بِهَا ۚ لَوْلَآ اَنْ رَّاٰى بُرْهَانَ رَبِّهٖۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْۤءَ وَالْفَحْشَاۤءَۗ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِيْنَ

“Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih,” (QS. Yusuf [12]: 24).

Rasulullah ﷺ bersabda:

« مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهادَةَ بِصِدْقٍ ، بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ ، وَإنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ »

“Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur, maka Allah akan menyampaikannya pada kedudukan orang-orang yang mati syahid, meskipun ia mati di atas kasurnya,” (HR. Muslim).

« إنَّ أقوامًا بالمدينة خَلْفَنا ، مَا سَلَكْنَا شِعْبًا ؛ وَلاَ وَادِيًا إِلاَّ وَهُمْ مَعَنَا ، حَبَسَهُمْ العُذْرُ »

“Sesungguhya suatu kaum di Madinah mereka tidak ikut bersama kita namun tidaklah ketika kita melewati suatu kampung, dan suatu lembah, kecuali mereka ikut bersama kita di dalamnya, mereka telah tertahan oleh ‘udzur,” (HR. Bukhari).

  1. Aman dari azab dunia dan lepas dari segala kesulitan hidup.

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَ (71) وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ (72) فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَ (73) اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ (74)

“Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu, dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu, kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas,” (QS. Ash-Shaffat [37]: 71-74).

Begitulah cerita tiga orang shalih dari Bani Israil yang masuk ke dalam gua dan tertutup batu besar. Masing-masing mereka berdoa dengan wasilah amal shalihnya. Akhirnya Allah bukakan batu itu dan amanlah mereka. (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Terjaga dari gangguan dan godaan setan.

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ (39) اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ (40)

“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka,” (QS. Al-Hijr [15]: 39-40).

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ (82) اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ (83)

“(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka,” (QS. Shad [38]: 82-83).

Semoga kita bisa mencapai keikhlasan sehingga mendapat kemuliaan seperti itu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here