Prodi Keagamaan Sepi Peminat, Kemenag Akan Kaji Penyebabnya

357
Menag OK
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Rikie/kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Kementerian Agama menyebutkan bahwa program-program studi (prodi) keagamaan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sepi peminat dibandingkan prodi umum.

Karena itu, kementerian akan melakukan kajian mendalam mengenai penyebab sepinya minat prodi keagamaan.

“Saya sampaikan bahwa prodi keagamaan kurang diminati, makanya harus dilakukan refleksi introspeksi diri,” ungkap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seusai meluncurkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Menurut Lukman, di era globalisasi ini agama memiliki bagian yang sangat penting bagi seseorang. Lukman berharap prodi agama Islam dapat diminati oleh calon mahasiswa, bukan sebaliknya.

“Sekarang ceramah agama dengan cara maki, marah, betulkah Rasulullah melakukan itu? Maka Ilmu hadis atau kajian hadis penting agar pengamalan keagamaan kita tidak tercabut dari teladan kita, Rasulullah,” ucapnya.

Lukman menuturkan, lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai pemahaman yang kurang tepat.

” Maka kita pihak paling otoritatif. Mestinya pihak memiliki kompetensi bicara soal agama Islam, paling bertanggung jawab untuk menjelaskan Islam pada masyarakat kita bukan hanya konteks Indonesia tetapi dunia,” katanya.

Untuk itu, Lukman meminta kepada panitia SPAN-PTKIN untuk mengkaji mengenai penyebab sepinya peminat calon mahasiswa mengambil program studi keagamaan.

” Saya pikir itu bagian dari kita harus melakukan refleksi introspeksi diri, saya ingin mengajak untuk melakukan kajian lebih dalam, ini faktornya kenapa?” ucap dia.

Perguruan tinggi Islam, kata dia, juga sudah menyiapkan dosen yang mumpuni dalam melaksanakan tugasnya mengajar di prodi keagamaan.

” Program-program kualitas para dosen kita tidak hanya membuka beasiswa mengambil S3, tapi mengirim mereka ke luar negeri mengikuti seperti program jangka pendek di bidang khusus,” tuturnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here