Presiden Turki Kecam Perlakuan Rasis Terhadap Ozil

962
Mesut Ozil dan Erdogan (Foto: Istimewa)

Ankara, Muslim Obsession – Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengecam perlakuan yang didapat Mesut Ozil setelah pesepak bola itu mengundurkan diri dari timnas Jerman. Ozil mengaku mendapat perlakuan rasis yang tidak dapat dia terima.

Mesut Ozil dinilai sebagian kalangan di Jerman sebagai biang keladi tersingkirnya Jerman di penyisihan grup Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Tindakan rasis terhadap seorang pemuda yang telah memberikan segalanya kepada tim nasional Jerman hanya karena keyakinan agamanya merupakan hal yang tidak dapat diterima,” kata Erdogan, seperti dikutip ESPN, Selasa (24/7/2018)

Sebelumnya Mesut Ozil bersama gelandang Manchester City Ilkay Gundogan dan striker Everton Cenk Tosun bertemu Erdogan selama tiga hari saat presiden Turki ke Inggris pada bulan Mei. Ketiga pemain, yang lahir di Jerman keturunan Turki tersebut, menghadiahi Erdogan dengan kaos dari klub mereka masing-masing dan berfoto dengannya.

Foto itu memicu kontroversi selama beberapa bulan menjelang Piala Dunia, baik karena kebijakan otokratis Erdogan dan karena Ozil dan Gundogan ditetapkan untuk mewakili Jerman. Sebagian besar kritik jatuh pada Ozil setelah Gundogan merilis pernyataan yang menjelaskan bagiannya dalam foto, tetapi pria Arsenal itu tetap diam.

Selain itu atas tindakan yang tidak menyenangkan dialami Ozil, maka Federasi Sepak Bola Turki merilis sebuah pernyataan yang mendukung Ozil.

“TFF menawarkan dukungan penuh kepada Mesut Ozil dan keluarganya. Kami mengutuk perlakuan, ancaman dan pesan yang merendahkan yang telah diterimanya karena warisan dan latar belakangnya. Setiap pemain, tidak peduli apakah mereka berada di mata publik atau tidak, memiliki hak untuk dilindungi dari pelecehan, diskriminasi, dan pesan yang mengekspresikan kebencian,” tegasnya

“Semua anggota komunitas sepakbola global harus bersatu dalam upaya kami yang berkelanjutan untuk mengusir rasisme dan intoleransi dan kami harus bekerja sama untuk memastikan sepak bola dapat mewujudkan potensinya untuk mencapai dampak sosial yang positif yang mempromosikan nilai-nilai inklusivitas dan rasa hormat,” tambahnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here