Presiden Rusia Putin Bahas Konflik Israel-Palestina dengan Trump

2012
Seorang pemuda Palestina berlindung saat terjadi bentrokan dengan tentara Israel di dekat perbatasan Israel dan Jalur Gaza Tengah. (Photo: Reuters)

Rusia, Muslim Obsession – Presiden Rusia Vladimir Putin membahas proses perdamaian Palestina dan Israel selama percakapan via telepon dengan presiden AS Donald Trump. Hal itu ia sampaikan kepada pemimpin Palestina Mahmoud Abbas.

Seperti dilansir Russian News Agency, Selasa (13/2/2018), Putin menyampaikannya saat bertemu dengan Abbas pada Senin malam (12/2/2018) waktu setempat.

“Saya baru saja melakukan percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,” ujar Putin.

“Tentu saja, kami juga berbicara tentang penyelesaian Israel-Palestina,” tambahnya.

Memulai pembicaraan bilateral dengan Abbas, Putin menggarisbawahi kedekatan hubungan Rusia-Palestina. Putin mengatakan, Rusia selalu mendukung rakyat Palestina.

Lebih lanjut, Putin mengaku telah mengangkat masalah tersebut dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam kunjungannya baru-baru ini.

Namun, Abbas mengatakan, atas tindakan Amerika baru-baru ini, terutama pengakuan mereka atas Yerusalem sebagai ibukota Israel, Washington telah dikesampingkan sebagai mediator yang dapat dipercaya di mata orang-orang Palestina.

“Jika AS ingin ambil bagian dalam proses perdamaian, seharusnya tidak datang sendiri, tapi sebagai bagian dari sebuah kelompok,” tandas Abbas.

Dalam pembicaraan tersebut, Palestina juga diwakili oleh Menteri Luar Negeri Riad Malki dan Menteri Urusan Sipil Hussein As-Sheikh. Sementara itu, turut hadir Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan pembantu presiden Yuri Ushakov.

Sebelumnya, konflik tersebut telah dibahas oleh Presiden Mesir Abdel-Fattah As-Sisi dan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson. Mesir mengatakan, AS harus memulai kembali perundingan antara Israel dan Palestina.

Juru bicara kepresidenan Bassam Rady mengatakan, Sisi menunjukkan sikap Mesir yang jelas dan tak tergoyahkan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif.

“Sisi berharap hak rakyat Palestina terjamin. Dengan pembentukan sebuah negara merdeka dengan ibukota Yerusalem Timur, sesuai dengan resolusi internasional,” ungkap Bassam.

Bulan lalu, Abbas dan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization’s Central Council) mengatakan, Palestina akan berhenti mengakui peran AS sebagai perantara atau mediator perdamaian Israel-Palestina.

Namun, tidak lama setelah pernyataan Abbas tersebut, Washington mengumumkan pemotongan dana bantuan yang dikelola PBB untuk Pengungsi Palestina The United Nations Relief and Works Agency (UNRWA). Akan tetapi, Washington mengklaim tindakan tersebut bukanlah sebuah sanksi. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here