Presiden Rusia Kutip Ayat Al-Quran untuk Perdamaian di Yaman

464
Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ankara, Muslim Obsession – Ada yang berbeda dari pidato Presiden Rusia Vladimir Putin yang disampaikan di Ankara, Turki bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Putin mengutip salah satu ayat Al-Quran, tepatnya surah Ali Imran ayat 103. Putin meminta supaya dihentikannya konflik berkepanjangan di Yaman, serta pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk segera berdamai.

“Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu jadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara,” kata Putin mengutip Ali Imran ayat 103, seperti dilansir dari Russia Today (RT), Selasa (17/9/2019).

Sebelumnya Putin telah meminta izin untuk membacakan ayat suci Al-Quran tersebut dan disetujui oleh Erdogan dan Rouhani.

Ia juga mereferensikan ajaran Al-Quran lainnya, tentang bagaimana kekerasan hanya sah untuk membela diri, dengan setengah bercanda menyarankan bahwa Arab Saudi harus membeli sistem pertahanan udara Rusia, seperti yang telah dilakukan Iran dan Turki.

Ketiga pemimpin tersebut memperingatkan operasi militer koalisi Arab Saudi di Yaman sejak perang sipil melanda negara tersebut pada 2015 lalu.

Perang sipil Yaman yang telah terjadi sejak 2015 lalu dilihat secara luas sebagai perang proxy antara Saudi dan Iran, dua kekuatan besar di Timur Tengah. Saudi selama ini membantu pemerintah Yaman untuk memberangus Houthi yang diduga disokong Iran.

Menurut kelompok kemanusiaan, hingga hari ini konflik sipil di Yaman telah merenggut puluhan ribu jiwa. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menganggap konflik yang telah berjalan selama empat tahun ini sebagai krisis kemanusiaan terburuk sepanjang sejarah.

Pertemuan tinggi ketiga pemimpin itu digelar untuk menemukan solusi gencatan senjata abadi di Suriah menyusul baku tembak antara pasukan Suriah dan pemberontak yang didukung Turki di Deir Ezzor. Serangan tersebut mengakibatkan salah satu dari 12 pos pengamatan militer milik tentara Turki hancur.

“Kita berada dalam periode ketika kita perlu mengambil banyak tanggung jawab untuk prdamaian di Suriah, ketika kami (Turki, Iran, Rusia) perlu memikul beban lebih,” terang Erdogan.

Dikutip Reuters, Erdogan menuturkan ia, Putin, dan Rouhani sepakat bahwa solusi politik diperlukan demi mengakhiri krisis di Suriah.

Meski begitu, ketiga pemimpin masih tidak satu suara terkait ancaman utama yang muncul di Suriah. Erdogan menganggap ancaman utama di Suriah saat ini datang dari kelompok pemberontak Kurdi yang selama ini dianggap Turki teroris.

Di sisi lain, Rouhani menganggap diplomasi merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan krisis di Suriah. Ia juga menyerukan Amerika Serikat untuk menarik pasukan dari timur laut Suriah.

“Diplomasi dan bukan konfrontasi (militer) bisa mengamankan perdamaian di Suriah,” ujar Rouhani. (Way)

 

Yuk, simak videonya di sini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here