Presiden Prancis Murka dan Bentak Polisi Israel, Ada Apa?

375
Presiden Prancis Bentak Polisi Israel (Foto: rawstory)

Yerusalem, Muslim Obsession – “Pergi ke luar!” Bentak Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada para petugas keamanan Israel, menuntut mereka meninggalkan basilika Yerusalem yang ia kunjungi sebelum konferensi peringatan Holocaust.

Perancis sudah lama memiliki akses ke Gereja St. Anne di Kota Tua yang bertembok di Yerusalem sejak diberikan oleh Ottoman kepada Kaisar Prancis Napoleon III pada tahun 1856.

Prancis memandangnya sebagai provokasi ketika polisi Israel memasuki kompleks batu pasir gereja, di bagian Yerusalem yang ditangkap dan dianeksasi oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Insiden yang terjadi Rabu lalu adalah kasus deja vu lagi. Pada tahun 1996, presiden Prancis saat itu Jacques Chirac kehilangan kesabaran dengan agen keamanan Israel di gereja yang sama.

Chirac menolak untuk memasuki St. Anne sampai petugas keamanan Israel meninggalkan situs ibadah tersebut. Sedangkan video Macron saat berdesak-desakan di tengah kerumunan antara detail perlindungannya sendiri dan personel keamanan Israel, termasuk beberapa polisi paramiliter berseragam, viral di media sosial.

Macron kemudian berteriak kepada penjaga keamanan Israel dalam bahasa Inggris, “Saya tidak suka apa yang Anda lakukan di depan saya.”

Dilansir France24, Ahad (26/1/2020) sambil merendahkan suaranya, Macron kemudian berkata, “Keluarlah. Maaf, Anda tahu aturannya. Tidak ada yang harus memprovokasi siapa pun.”

Namun, polisi Israel mengaku bahwa ketika Macron tiba di gereja, terjadi diskusi antara petugas keamanan Israel dan Perancis tentang masuknya presiden ke dalam gereja.

“Ketika presiden dan delegasi menyelesaikan kunjungan itu, dia meminta maaf tentang insiden itu dan berjabatan tangan dengan petugas keamanan,” aku polisi.

Diketahui, Macron adalah satu dari puluhan pemimpin dunia yang menghadiri Forum Holocaust Dunia di pusat peringatan Holocaust Yad Vashem di Yerusalem, sebagai peringatan 75 tahun pembebasan kamp kematian Auschwitz.

Kunjungan Kepala negara berusia 42 tahun itu ke St. Anne ialah sebagai perhentian simbolis yang menggarisbawahi pengaruh sejarah Prancis di wilayah tersebut.

Sebelum menuju ke gereja, Macron berjalan melalui Kota Tua Yerusalem, mampir di Gereja Makam Suci. Dia kemudian mengunjungi masjid Al-Aqsha, sebuah situs yang dihormati oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, dan berdoa di Tembok Barat Yudaisme, menyentuh batu-batu kuno. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here