Presiden Prancis Lukai Nurani Umat Islam Dunia

143
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: reuter)

Jakarta, Muslim Obsession – Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) Harits Abu Ulya menegaskan, penghinaan secara verbal yang ditampilkan Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Islam dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat melukai nalar dan hati nurani muslim sedunia.

Menurutnya, ucapan eksplisit yang berisi penghinaan itu keluar dari watak asli pribadi yang fobia terhadap Islam dan Rasulullah.

“Bahkan bisa jadi ada kebencian tersembunyi yang lebih besar. Meski begitu kita doakan semoga si presiden ini mendapat hidayah untuk memeluk Islam,” ujar Pengasuh PPTQ (Ponpes Tahfidz Quran) Al-Bayan ini dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2020).

Ia menambahkan, sikap Presiden Prancis ini perlu direspon umat Islam secara proporsional. Para pemimpin negera Islam harus bersikap tegas karena marwah umat Islam ada di pundak mereka.

“Dengan segala kapasitasnya, seorang penguasa negeri kaum muslimin harus memberikan respon dan tidak boleh bisu, tuli bahkan masa bodoh. Kita berharap penguasa negeri Islam semisal Indonesia atau yang di kawasan Timur Tengah, mereka berdiri bersama atau mewakili umat Islam untuk memberi pelajaran berharga bagi setiap pribadi atau entitas yang berani melecehkan Islam dan Rasulullah,” tegasnya.

Sejumlah cara bisa diupayakan, antara lain diplomasi politik dengan membangun komunikasi dan soliditas antar negara Muslim untuk merumuskan sikap dan strategi efektif terhadap masalah ini atau secara mandiri melakukan tekanan dengan beragam strategi.

Selain itu, jelasnya, juga selain aksi demontrasi dan membangun kontra narasi (propaganda) melalui beragam media sosial.

Entitas non-government atau masyarakat sipil umat Islam secara luas bisa ambil peran dengan gerakan kontra ekonomi dengan memboikot produk-produk Prancis di pasar-pasar negeri Islam.

“Dan penghinaan ke penghinaan berikutnya akan datang silih berganti dari orang-orang di luar Islam atau dari internal umat Islam (kaum hipokrit) jika penguasa abai menjaga marwah Islam dan umatnya. Apalagi jika umat Islam ‘tidur lelap’ acuh terhadap persoalan yang menimpa agamanya,” tandasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here