Presiden Prancis Kutuk Kekerasan Israel Terhadap Demonstran Palestina 

527
Emmanuel Macron Presiden Prancis (Foto: Daily Trust)

Paris, Muslim Obsession – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk kekerasan pasukan bersenjata Israel terhadap demonstran Palestina, yang menyebabkan sejumlah besar korban sipil Palestina di Jalur Gaza pada Senin (14/5/2018) dan dalam beberapa pekan terakhir.

Kepresidenan Prancis mengatakan, Macron membuat pernyataan itu selama panggilan teleponnya dengan Raja Yordania Abdullah II dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Macron menyerukan untuk menahan diri dan de-eskalasi.

Serta menekankan perlunya protes dalam beberapa hari mendatang untuk tetap damai. Macron juga menegaskan kembali penolakan Prancis atas keputusan AS untuk membuka sebuah kedutaan di Yerusalem.

“Status Yerusalem hanya dapat ditentukan antara pihak bersangkutan, dalam kerangka yang dirundingkan di bawah naungan komunitas internasional,” kata Macron, sebagaimana dilansir Xinhua, Selasa (15/5/2018).

Dijadwalkan, Macron akan menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (15/5/2018) waktu setempat. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian meminta Israel untuk menahan diri.

Dalam sebuah pernyataan, Le Drian meminta seluruh pihak bersangkutan yang menjadi penyebab kerusuhan agar bertanggung jawab. Untuk mencegah kerusuhan lebih lanjut.

“Prancis sekali lagi menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menerapkan kebijaksanaan dan menahan diri. Sehubungan dengan penggunaan kekuatan, yang harus benar-benar proporsional,” tambahnya.

Ashraf Al-Qedra, juru bicara kementerian kesehatan di Gaza, mengatakan kepada wartawan bahwa tentara Israel telah menembak mati 59 orang Palestina dan melukai 2.771 lainnya.

“Hari paling berdarah sejak berakhirnya serangan besar-besaran Israel yang dilancarkan di Jalur Gaza pada musim panas tahun 2014. Setidaknya ada tujuh anak-anak yang tewas, dan 54 lainnya berada dalam kondisi yang sangat kritis,” paparnya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here