Presiden Perintahkan Kapolri untuk Tindak Penyebar Hoaks

680
Gempa dan Tsunami di Palu-Donggala (Foto: Reuters)

Jakarta, Muslim Obsession – Usai gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah dan mengakibatkan tsunami di Palu, muncul informasi-informasi gempa susulan yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (hoaks).

Maka dari itu, pemerintah akan menindak tegas penyebar kabar bohong (hoaks) terkait gempa serta tsunami di Palu dan Donggala, hal itu dikatakan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenpolhukam) Wiranto usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

“Jangan sampai muncul hoaks, berita tidak benar yang meresahkan masyarakat, tidak enak, dan tidak elok,” ujar Wiranto di Kantor Presiden, Selasa (2/10/2018).

Dalam rapat terbatas, kata Wiranto, Presiden Jokowi menginstruksikan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta jajaran Polri tak ragu menangkap penyebar hoaks, terutama tentang bencana di Palu-Donggala.

“Presiden menginstruksikan Kapolri, siapa pun yang memanfaatkan keprihatinan ini untuk kepentingan meresahkan masyarakat segera kami tangkap,” katanya.

Sebelumnya, beredar banyak berita bohong terkait gempa dan tsunami di Palu. Salah satunya adalah beredar kembalinya foto-foto korban gempa dan tsunami di Aceh 14 tahun lalu yang disebut sebagai korban terbaru di Palu.

Berita bohong lainnya adalah gempa susulan sekitar 8 Skala Richter kembali mengguncang Palu, meninggalnya Wali Kota Palu Hidayat Lamakarate akibat gempa, serta retaknya Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here