Prabowo Terpopuler, Nadiem Makarim Paling Banyak Dicari Netizen

276
Mendikbud Nadiem Makarim melakukan swafoto bersama (wefie) dengan pegawai Kemendikbud yang menjadi peserta upacara Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019). (Foto: Kemdikbud)

Yogyakarta, Muslim Obsession – Nadiem Makarim yang didapuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ternyata paling banyak dicari oleh para netizen di media sosial (medsos).

Demikian dikemukakan peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM Paska Darmawan saat memaparkan analisis popularitas menteri di Kabinet Indonesia Maju di Gedung BC Fisipol UGM, Selasa (29/10).

Selain nama Nadiem, ada nama-nama menteri baru lainnya yang juga banyak dicari seperti Edhy Prabowo, Fahrul Razi, Whisnutama dan Erick Thohir.

“Nadiem paling populer dicari. Padahal ia tidak memiliki akun medsos, namanya justru paling dicari di medsos,” kata Paska melalui keterangan tertulis Humas UGM.

Kendati Nadiem paling banyak dicari Netizen, namun Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi menteri yang paling populer di media sosial. Prabowo diketahui memiliki jumlah pengikut cukup banyak di akun medsos pribadinya.

Meskipun nama Prabowo disebut sebagai menteri paling populer di media sosial, ia tidak termasuk dalam daftar nama yang paling banyak dicari dalam mesin pencari Google.

Sementara dari daftar 34 menteri dalam Kabinet Indonesia maju sekarang ini, CfDs UGM menilai jumlah menteri perempuan mengalami penurunan.

“Terdapat penurunan jumlah perempuan yang sebelumnya 24 persen jadi 15 persen,” kata Vidiskiu, anggota peneliti CfDS lainnya.

Komposisi usia rerata menteri kabinet sekarang ini tidak berbeda jauh dengan komposisi kabinet periode pertama yakni berusia rerata 58 tahun. “Masih didominasi para menteri berusia 61-70 tahun, hanya satu orang saja yang milenial,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait hasil survei CfDS kali ini, Paska Darmawan mengatakan para menteri yang memiliki jumlah pengikut banyak di akun medsos seharusnya bisa mengomunikasikan dengan baik setiap kebijakan dan program pemerintah ke masyarakat.

“Seharusnya bisa menggunakan medsos untuk sosialisasi kebijakan, mendengarkan pendapat, bisa komunikasi dengan netizen,” katanya. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here