Posisi Sujud Bisa Atasi Gejala Covid-19? Begini Penjelasannya..

285

Muslim Obsession – Posisi sujud yang benar diyakini dapat menolong penderita pandemik konspirasi virus Corona (Covid-19) saat darurat sulit bernafas dan keterbatasan alat bantu nafas.

Posisi sujud mengeluarkan tumpukan cairan kental di bawah paru-paru, melancarkan proses pernafasan ke seluruh tubuh dan sirkulasi darah, dari ujung kaki sampai ujung kepala. Demikian diulas Obsessionnews, Sabtu (13/9/2020).

Beberapa orang mungkin mulai panik saat mengalami gejala flu, hidung tersumbat, batuk, atau sakit tenggorokan selama masa pandemi Covid-19 ini.

Bagaimana tidak, sebagian orang merasa ketakutan tertular virus corona jika melihat orang bersin atau batuk di kerumunan. Hal inilah yang membuat beberapa orang mencari cara untuk melegakan sistem pernapasan.

Namun tahukah Anda, ternyata ada cara termurah untuk melegakan sistem pernapasan tanpa olahraga berlebih.

Seorang dokter bernama Andi Khomeini Takdir menyebutkan cara terbaik untuk meringankan gejala Covid-19.

Melalui unggahan di akun Twitter-nya, Andi menyarankan agar pasien Covid-19 tidak melakukan posisi tengkurap untuk melegakan pernapasan.

“Sahabatku bahas posisi tengkurap agar pertukaran udara lebih baik untuk pasien Covid-19,” tulisnya.

Ia menyarankan agar pasien Covid-19 atau orang yang mengalami gejala corona untuk melakukan posisi ini.

“Saya usulkan 1 posisi untuk pertukaran udara yang mungkin lebih baik lagi. Posisi sujud yang benar. Punggung lurus, tangan dilebarkan ke samping. Sila dikaji, dicoba, dianalisis idenya,” tambahnya.

Sebuah penelitian yang ditulis oleh ahli fisioterapis dari Al-Ain Hospital, Ghazal Kamran menyebutkan bahwa sujud dapat melegakan sistem pernapasan.

Ghazal menyatakan bahwa sujud merupakan satu-satunya posisi dimana kepala berada pada posisi yang lebih rendah dari jantung dan oleh karena itu, menerima peningkatan suplai darah ke otak, merangsang korteks frontal otak.

Hal ini mengurangi kemungkinan terjadinya pendarahan otak dan sakit kepala, membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

Lonjakan suplai darah ini juga memiliki efek positif pada memori, konsentrasi, jiwa dan kemampuan kognitif lainnya.

Sebuah penelitian yang menyelidiki aktivitas otak alfa selama sujud telah melaporkan peningkatan amplitudo di daerah parietal dan oksipital yang menunjukkan peningkatan parasimpatis, sehingga menunjukkan keadaan relaksasi.

Dalam keadaan rileks inilah, oksigen dapat masuk ke dalam tubuh dengan baik. Gerakan sujud yang benar juga dapat meredakan kekakuan di tulang belakang, leher, dan punggung dan membantu memperbaiki postur tubuh serta keseimbangan dan koordinasi.

Sementara dalam sebuah video, seorang dokter asal Florida melakukan eksperimen gerakan tengkurap atau Proning untuk mengurangi perkembangan Covid-19 yang menyerang pasien. Menurutnya, gerakan tengkurap (mirip dengan gerakan sujud) mampu menghentikan peredaran Covid-19.

Simak paparannya dalam video berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here