Politik ‘Mudzabdzabiin’

392

Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation, New York

Tulisan ini bisa dilihat sebagai kegalauan, boleh juga sebagai peringatan, bahkan kritikan dan bentuk kekecewaan. Tergantung siapa yang membacanya dan dengan sentimen bagaimana mengukurnya.

Saya mungkin memang tidak paham politik karena memang saya bukan politisi. Saya juga tidak paham praktik politik karena saya bukan praktisi politik. Saya hanyalah seorang rakyat yang sadar dan peduli politik. Dalam melihat pergerakan politik juga saya hanya selalu memakai common sense saya yang lugu dan apa adanya.

Keluguan common sense saya inilah barangkali yang sering menjadikan saya kebingungan dalam melihat hiruk-pikuk dan sepak terjang politik itu. Semakin saya ikut derap langkah dan arah tiupan angin politik itu semakin membingungkan pula. Seringkali pada akhirnya yang tumbuh hanya pikiran yang bukan-bukan (negative thinking).

Beroposisinya atau sebaliknya berkoalisinya antara partai-partai politik misalnya seringkali membingungkan bagi saya, dan saya yakin bagi banyak orang awam. Orang-orang awam yang sejatinya adalah rakyat yang diwakili oleh elite-elite politik itu. Di tingkat nasional saling sikut dan sikat, bahkan ada dorongan hawa nafsu untuk saling merusak dan mengeliminir. Namun tidak jarang di lain waktu dan di daerah pemilihan lainnya partai-partai yang saling sikut dan sikat itu ternyata saling merangkul.

Keadaan ini membuat banyak konstituen, termasuk yang di luar negeri atau diaspora seperti saya bertanya-tanya. Ada apa semua itu? Apakah ketika mereka berseteru mereka memang serius karena melihat ada perbedaan prinsip dan visi? Atau apakah perseteruan itu hanya basa basi politik untuk kepentingan sesaat?

Sebaliknya bagaimana pula dengan koalisi dalam perhelatan politik lainnya? Apakah kerja sama itu dibangun di atas dasar persamaan prinsip dan visi partai? Ataukah ada faktor-faktor sesaat yang menjadi pendorong? Apakah prinsip dan visi partai tidak lagi menjadi acuan ketika ada kepentingan sesaat itu?

1
2
BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here