Politik Gus Dur yang Tanpa Kompromi

1093

Oleh: Sansulung Darsum (Aktivis)

KETIKA memecat Jusuf Kalla dan Wiranto dari jabatan menteri, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berani berterus terang alasannya karena korupsi, kolusi, nepotisme, dan pelanggaran HAM.

Presiden keempat Republik Indonesia itu memang menjengkelkan bagi kekuatan rezim lama, yang akhirnya melengserkannya melalui Amien Rais cs.

Luhut Binsar Panjaitan yang menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Gus Dur menegaskan, lengsernya Gus Dur karena persoalan politik saat itu. Putusan pengadilan membuktikan Gus Dur tidak bersalah atas tuduhan kasus Buloggate dan Bruneigate.

Sebuah dokumen rahasia yang bocor mengungkap rapat-rapat, daftar hadirnya, termasuk rencana melakukan teror melalui serangkaian bom di Jakarta.

Lawan-lawan politik Gus Dur memaksanya untuk hadir di Pansus DPR dengan tuduhan kasus Bruneigate dan Buloggate. Akbar Tanjung juga meminta Kapolri untuk memanggil Gus Dur.

22 Juli 2001 tentara yang dipimpin Ryamizard Ryacudu melakukan show off power menentang rencana Gus Dur mengeluarkan dekrit pembubaran Golkar dan DPR.

Gus Dur menjalankan politik tanpa kompromi, meski itu sangat janggal dalam politik praktis. Akibatnya Gus Dur tak kuasa melawan kekuatan rezim lama.

Hari ini 10 tahun yang lalu (30 Desember 2009), Gus Dur wafat dalam usia 69 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here