Politik dan Masjid

459

Politisasi masjid

Politisasi masjid dapat didefinisikan sebagai penggunaan masjid sebagai alat dalam memburu kepentingan politik seseorang. Masjid bukan sebagai tempat penyadaran atau pendidikan politik. Melainkan dijadikan tunggangan bagi kepentingan politik tertentu.

Politisasi masjid Inilah yang melahirkan karakter religious spontan (spontaneous religiosity). Di mana seseorang mendadak beragama dengan tiba-tiba rajin ke masjid-masjid. Atau tiba-tiba menampilkan simbol-simbol keagamaan, seperti selalu rapi dengan baju koko dan kopiahnya.

Padahal sebelum memasuki masa-masa kampanye, jangankan rajin ke masjid, bahkan jika dia adalah pejabat, kebijakan-kebijakannya selama ini kurang menguntungkan umat. Lebih buruk lagi bahkan selain di musim politik, orang itu dikenal anti Islam atau Islamophobik.

Politisasi masjid juga menumbuhkan religiositas musiman (seasonal religiosity). Tiba-tiba ada orang-orang yang di musim politik atau kampanye menjadi sangat sadar agama. Padahal sebelum masa politik mereka sama sekali tidak mau, bahkan malu menampakkan keagamaan.

Politisasi masjid inilah yang sesungguhnya yang sangat tidak relevan dengan masjid. Inilah bentuk “penunggangan” masjid untuk kepentingan politik. Dan saya sangat yakin, hal ini seperti inilah yang harus diingatkan agar dijauhkan dari masjid-masjid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here