Polisi Tetapkan 5 Tersangka Perusak Hutan Sakral Suku Baduy

87

Banten, Muslim Obsession – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menangkap dan menetapkan lima orang tersangka perusak Gunung Liman yang bekerja sebagai penambang emas tanpa izin (PETI). Gunung Liman adalah wilayah hutan sakral yang dijaga dan dihormati oleh suku Baduy.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno dalam siaran pers diterima, Jumat (23/4/2021) mengatakan, pihaknya sudah menetapkan lima pelaku sebagai tersangka.

Penetapan tersangka sudah berdasarkan hasil penyelidikan dan investigasi terkait perusakan Gunung Liman, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Para Gurandil itu diketahui telah melakukan aktivitas penambangan emas sejak Januari 2021 di kawasan Gunung Liman yang disebut sebagai tempat sakral masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak.

Lima warga yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut merupakan satu jaringan, mulai dari pelaku penambangan, pengolah hingga pemasok merkuri.

“Jadi sudah kami lakukan penindakan dengan lima warga menjadi tersangka. Kelima tersangka masih satu kaitan. Ada juga yang masih dalam proses penyidikan dan ada juga yang masih tahap penelitian kejaksaan,” kata Kombes Joko Sumarno.

Selain penindakan, kata dia, pihaknya juga melakukan langkah persuasif dengan menemui masyarakat sekitar Gunung Liman agar menghentikan aktivitas gurandil.

Polisi, kata Joko, juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kelestarian gunung yang disebut-sebut sebagai daerah sakral yang tidak boleh sembarangan orang mengunjungi.

“Kami dua minggu lalu menemui para tokoh dan masyarakat di sekitaran Gunung Liman, agar menjaga bersama-sama pelestarian gunung dan tidak merusaknya,” katanya.

Sebelumnya, Warga Baduy yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menangis saat mengetahui hutannya dirusak oleh pelaku penambang emas liar.

Melalui potongan video, seorang warga Baduy meminta tolong ke pemerintah untuk ikut serta menjaga hutan titipan yang disakralkan oleh masyarakat adat suku Baduy.

Potongan video tersebut viral di media sosial, satu di antaranya diunggah oleh akun @inforangkasbitung.

Dalam potongan video berdurasi satu menit tersebut, seorang warga Baduy yang mengenakan pakaian hitam dengan lilitan kepala berwarna putih menyampaikan keluh kesah soal hutan sakralnya yang dirusak.

“Kami mohon ke pemerintah, kami diamanatkan oleh leluhur supaya gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak, adat jangan diubah. Tapi sekarang terbukti Gunung Liman yang dirusak, minta tolong ke pemerintah,” kata seorang warga Baduy dalam potongan video tersebut menggunakan bahasa lokal setempat. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here