Polda Sulteng Perintahkan 1.040 Babinkamtibmas Dukung Dakwah Desa Madani Parmusi

455

Palu, Muslim Obsession – Kepala Bagian Operasi Bimbingan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah AKPB S. Amma takjub dengan gerakan dakwah yang dibangun Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di seluruh wilayah Indonesia melalui program pembentukan Desa Madani. Termasuk di wilayah Sulteng.

Sempat lama tak mendengar kabar tentang Parmusi yang dulu merupakan partai politik, kini Amma benar-benar salut bahwa organisasi ini masih tetap eksis dan justru semakin berkembang pesat, menjangkau wilayah-wilayah yang sulit di jangkau, terutama di pulau-pulau terluar, terpencil, dan terdalam.

“Strategi yang dipakai Parmusi sangat bagus. Saya sempat kaget ternyata sudah sebesar ini Parmusi. Program dakwahnya sudah menjangkau wilayah-wilayah terpencil di penjuru Indonesia. Saya pikir banyak orang yang berdakwah di kota-kota, tapi Parmusi melakukan sesuatu yang beda,” ujar AKBP Amma, saat menghadiri Muswil Parmusi Sulteng di Kota Palu, Sabtu (7/3/2020).

Saat pembukaan Muswsil III Parmusi Sulteng, pihak panitia memutar film dokumenter perjalanan dakwah Parmusi dari Sabang sampai Merauke, dan disaksikan langsung oleh Amma, Kepala Pembinaan Mental Korem 132 Tadu Laku Sulteng, Kapten Mansyur L, Sekda Prov Sulteng Hidayat Lamakarate, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam, Ketua Wilayah Parmusi Sulteng Rahman Thaha, dan jajaran pengurus daerah se Sulteng serta para tamu undangan.

Link Video Safari Desa Madani: https://youtu.be/zfBr-bRSrnE

Dari film itu, Amma mengakui dakwah memang menjadi jalan yang tepat untuk menciptakan perubahan masyarakat yang berkarakter. Karenanya, setelah mendengar Pidato Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam tentang komitmen Tito Karnavian (Eks Kapolri) untuk mendukung Gerakan Dakwah Desa Madani Parmusi, maka pihaknya perlu melanjutkan.

Ia menyatakan, segera memerintahkan kepada Polisi Sat Bimbingan Masyarakat (Bimas) yang ada di wilayah Sulteng untuk mendukung kegiatan dakwah Parmusi, dengan menjadikan para Dai Parmusi yang ada di lapangan sebagai mitra kerja Sat Bimas dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Mulai besok saya perintahkan 1.040 Babinkamtibmas (Bintara Pembina Kamtibmas) yang ada desa-desa di seluruh wilayah Sulteng untuk ikut mendukung kegiatan dakwah Parmusi. Kita dukung dakwah keumatan untuk masyarakat yang lebih baik,” jelasnya.

Dukungan itu kata dia, minimal dengan tidak menghalang-halangi dakwah para Dai Parmusi dalam mengembangkan Desa Madani. Justru bila perlu, ia ingin segera dibentuk kerja sama yang konkret antara Polisi dan Parmusi dalam menciptakan masyarakat yang damai, aman dan sejahtera. Sebab, di beberapa wilayah kerja sama itu juga sudah mulai dibentuk, dan ada yang sudah berjalan.

Kapten Mansur L menambahkan, ia pun sepakat dengan konsep dakwah Parmusi. Ia menyadari berjuang di jalan dakwah memang berat, tidak semua orang sanggup. Namun, ia bersyukur para Dai Parmusi ini terlihat tangguh, bukan hanya sekedar dakwah bil lisan tapi dakwah bil hal dan bil hikmah.

“Dakwah terkecil bagi saya adalah mengucapkan salam dan senyum. Itu saja banyak orang belum bisa melakukan, kita membiasakan senyum kalau ketemu orang itu kan belum tentu kita mampu. Makanya saya bilang dakwah itu berat. Tapi saya salut para dai-dai Parmusi ini mampu berdakwah dengan segara rintangannya,” jelasnya.

Sementara Usamah menyatakan, dirinya termasuk paling sering mengunjungi Sulawesi Tengah dalam program safari dakwahnya. Ia bahkan sampai tembus ke penduduk terasing Suku Tajio di pedalaman Dusun Sigarongga, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala Sulteng. Usamah dua kali melakukan kunjungan ke kampung tersebut, yakni pada 2017 dan 2018 lalu.

Dari Kota Palu membutuhkan waktu sekitar empat jam perjalanan darat untuk bisa menembus penduduk terasing di Donggala, Sulteng. Di tempat itu ada bangunan masjid yang hampir menjadi gereja karena proses pembangunan tidak dilanjutkan dengan tidak adanya biaya, Usamah pun menetapkan Suku Tajio sebagai Desa Madani Parmusi dengan meneruskan pendirian masjid dan menempatkan seorang dai di sana.

Usamah berharap, para pengurus daerah Parmusi bisa segera membentuk Desa Madani lain di kabupaten-kabupaten yang ada di Sulteng. Dengan terpilihnya Rahman Thaha sebagai Ketua Wilayah Parmusi Sulteng yang juga sebagai anggota DPD RI, Usamah yakin program-program Parmusi bisa lebih mudah digerakan oleh jajaran pengurus dan kader.

Desa Madani merupakan konsep gerakan dakwah Parmusi yang memiliki empat pilar gerakan dakwahnya,  yakni peningkatan iman dan takwa, pembangunan kesejahteraan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kualitas pendidikan. Desa Madani ini dijalankan oleh seorang Dai Pelaksana Parmusi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here