Pimpinan Monash University Apresiasi Kemenag

248

Melbourne, Muslim Obsession – Kegiatan Shortcourse Overseas of Research Methodolgy yang diadakan Kementerian Agama mendapat apresiasi dari Pimpinan Monash University.

Pernyataan tersebut datang dari Associate Professor Steven Roberts, Pembantu Dekan bidang Riset Fakultas Ilmu Budaya (Arts Faculty), Monash University.

“Para peserta yang mengikuti kegiatan ini memiliki semangat dan progresivitas yang cukup baik sehingga kami selaku penyelenggara  merasa senang berkolaborasi,” kata Steven, seperti dikutip dari Kemenag, Senin (18/11/2019).

Group Manager pada Research Partnership and Graduate Research Monash University, Beverley Baugh, menambahkan, secara akademik kegiatan ini didesain untuk berorientasi pada tiga hal, yakni: penguatan metodologi riset, kemampuan academic writing, dan  mempublikasikan artikel yang dihasilkan peserta shortcourse pada sejumlah jurnal yang bereputasi internasional.

“Untuk memaksimalkan program, masing-masing peserta juga didampingi mentor dari tim Monash University secara professional,” terang Beverley Baugh.

Meghan Downes, selaku Co-coordinator MoRA Short Course yang juga Indonesian Studies pada Fakultas Ilmu Budaya yang mengawal kegiatan shorcouse, menyatakan bahwa dosen perguruan tinggi keagamaan Islam Kementerian Agama memiliki keunggulan yang cukup baik.

“Di samping integritasnya dalam mengikuti kegiatan, kemampuan berkomunikasi dan etika akademiknya juga sangat tinggi,” paparnya.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, mewakili Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam mengaku puas atas penyelenggaraan shortcourse ini.

“Kami memberikan apresiasi kepada pihak Monash University. Pola penyelenggaraan yang profesional melalui Monash University ini diharapkan akan melahirkan duta-duta researcher yang handal di lingkungan PTKI sekaligus akan mempercepat luaran guru besar di tanah air,” ungkapnya di Melbourne.

Suwendi mengaku, saat ini sedang dibutuhkan dosen-dosen yang mumpuni di bidang riset. Nuansa akademik kampus pun sangat dipengaruhi oleh kemampuan para dosen di bidang riset ini.

“Kekuatan dalam membaca, kemampuan dalam menulis secara akademik, dan mempublikasikan hasil-hasil temuannya sebagai bagian dari reproduksi ilmu itu dilakukan melalui riset,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here