Pilih Nyawa atau Harta?

144

Oleh: Hariqo WS (Pengamat Media Sosial dari Komunikonten)

Rumah tetangga kebakaran, bisa merembet ke pemukiman. Saat bersamaan masuk pesan ke ponsel kita, minta pengiriman barang dan nomor rekening. Pilih menyelamatkan MANUSIA atau EKONOMI.

Menurut penelitian seluruh ahli di dunia, virus corona menyebar lewat sentuhan, batuk apalagi di keramaian.

Pemprov DKI kemudian mengusulkan penyetopan bus yang keluar dan masuk ke Jakarta. Karena orang yang dalam pemantauan, positif dan meninggal karena corona terbanyak di Jakarta. Dikhawatirkan corona yang di Jakarta menyebar ke daerah lain. Ini pencegahan.

Namun pemerintah pusat lewat Kementerian Perhubungan atas arahan Pak Luhut Binsar mengatakan: nanti dulu diterapkan, belum ada kajian ekonominya.

Sebelumnya, pemerintah pusat sendiri berkali-kali mengimbau warga agar jangan mudik, kerja, ibadah, belajar dari rumah. Bahkan dikatakan: cegah warga mudik.

Bagaimana sebenarnya koordinasi antar jiwa pemimpin kita.

Kita ini warga biasa mudah terpapar corona. Kita doakan Menteri Perhubungan, Budi Karya segera sembuh dari corona. Amiin.

Dalam mengambil kebijakan untuk masyarakat, sebaiknya jangan hanya menggunakan AKAL kita dan akal orang di sekeliling kita. Karena akal cenderung bicara untung dan rugi. Perlu juga menggunakan, mendengarkan sumber lain, yaitu HATI.

Hati kita, hati para ahli serta hati jutaan masyarakat Indonesia.

Rombongan bus mahasiswa menubruk pohon, apa kita berteriak ayo kita selamatkan ekonominya, pastilah tidak.

Kepentingan nasional itu bukan semata ekonomi, tapi yang paling utama adalah: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Tetap di rumah, doakan mereka yang positif maupun yang meninggal dunia karena corona. Doakan juga seluruh orangtua, guru, wartawan di lapangan, dokter, perawat, dan pemimpin negeri ini.

31 Maret 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here