PFI Tangerang Menyoal Vaksinasi Forkopimda Banten yang Dinilai Tertutup

202
Vaksin (Foto: About Islam)

Tangerang, Muslim Obsession – Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Tangerang Faisal R Syam menyayangkan proses vaksinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Banten yang berlangsung tertutup.

Menurut Faisal, tugas para pewarta foto seharusnya difasilitasi pihak penyelenggara vaksinasi, mengingat hal itu sangat penting untuk dipublikasikan. Terlebih, vaksinasi itu diberikan kepada publik figur atau para pejabat daerah yang menjadi teladan bagi masyarakat.

“Ini kan menyangkut kepercayaan masyarakat, seharusnya transparan,” kata Faisal lewat keterangan tertulis yang diterima Jumat (15/1/2021).

Ia juga menyayangkan pihak panitia yang tidak memfasilitasi para pewarta foto dalam momen vaksinasi yang berlangsung di Pendopo Bupati Tangerang tersebut.

“Panitia seharusnya bisa memfasilitasi pewarta foto dalam bertugas yang konteksnya tadi mengabadikan para pimpinan daerah saat akan divaksin. Dalam hal itu tentunya kami juga akan mematuhi protokol kesehatan,” terangnya.

Sebagai pengurus PFI Tangerang, pihaknya kecewa atas insiden Kamis (14/1/2021) pagi tadi. Ia berharap ke depannya tidak terjadi lagi, bila ada acara serupa.

“Semoga ke depan semua pihak bisa memahami kerja pewarta foto, tidak hanya reporter online atau cetak saja,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, proses vaksinasi Forkopimda Banten sempat menuai protes dari para pewarta foto lantaran tidak diperbolehkan untuk mengabadikan momentum tersebut. Pelaksanaan vaksinasi itu pun sempat diwarnai kericuhan.

Kericuhan sendiri terjadi saat para pewarta khususnya pewarta foto dan televisi meminta untuk diizinkan mengambil gambar pada saat proses suntik vaksinasi.

Salah seorang pewarta foto, Denis Supriatin mengaku diundang untuk meliput acara tersebut. Namun katanya, saat proses vaksinasi malah berjalan tertutup, meski memang menggunakan layar monitor.

“Untuk Gubernur kita sebagai media diundang, tapi sampai lokasi kita tidak bisa mengambil gambar. Untuk apa Gubernur menyebut kita media, diminta untuk menginformasikan bahwa vaksin aman? Kenyataan media tidak bisa mengambil gambar saat kepala daerah disuntik. Jokowi saja boleh kok diambil gambarnya,” tukasnya. (#)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here