Pesona Ka’bah

390
Makkah Al Mukarramah

Muslim Obsession – Seseorang tidak pernah bosan menatap pemandangan Rumah Allah, Ka’bah. Situs di mana rahmat dan berkat Allah terus menurun. Tidak ada yang sebanding dengan Rumah Allah di Bumi ini.

Orang-orang berharap waktu akan tetap diam sehingga mereka bisa terus menatap Ka’bah; rasa haus mereka tidak pernah padam, melainkan meningkat.

Demikian diungkapkan Sheikh Dzulfiqar Ahmad Naqshbandi membuka sebuah kisah tentang pesona Ka’bah.

Suatu kali, katanya ketika dirinya sedang berkunjung ke Washington, orang-orang mengatakan kepadanya bahwa seorang wanita telah menerima Islam dan memiliki beberapa pertanyaan untuknya.

“Mereka mengatakan kepada saya bahwa banyak wanita Muslim, pada waktu shalat ia akan mengenakan pakaian terbaiknya seolah menyiapkan diri untuk seseorang yang istimewa, dan akan melupakan semua yang ada di sekitarnya begitu ia mulai berdoa,” kisahnya.

Setelah sesi tanya jawab singkat, Sheikh bertanya kepada wanita itu apa yang mendorongnya untuk menerima Islam. Lalu, ia menghela nafas dan mulai menjelaskan.

“Saya adalah seorang Yahudi dan suami saya adalah seorang Kristen yang ditempatkan di Arab Saudi untuk beberapa pekerjaan teknis setiap hari. Saya sering melihat pria dan wanita Muslim berpakaian putih dalam perjalanan mereka ke suatu tempat. Saya bertanya kepada suami saya ke mana mereka akan pergi dan dia mengatakan kepada saya bahwa mereka pergi untuk melakukan ziarah ke tempat ibadah Muslim, Ka’bah,” ujar wanita itu.

“Karena penasaran, saya menyatakan keinginan untuk pergi kesana. Tetapi suami saya mengatakan kepada saya bahwa non-Muslim tidak diizinkan,” imbuhnya.

Namun, karena kuatnya tekad mereka berdua, mereka lalu membeli pakaian putih dan berangkat.

“Untungnya tidak ada yang menghentikan kami dan syukurnya kami mencapai Makkah, tepat di mana kami melihat ke arah Ka’bah,” ungkapnya.

“Setelah melihat Ka’bah, mata kami membeku dan waktu seolah berhenti. Ketika kami berpaling untuk melihat satu sama lain setelah beberapa waktu, kami berdua menangis. Dengan mata kami, kami mengatakan satu sama lain bahwa ini adalah kebenaran dan kami harus menerima Islam,” tandas wanita itu sambil berkaca-kaca.

Sheikh Dzulfiqar ikut terharu dan mengatakan bahwa tidak ada yang pernah bercerita tentang Islam sebelumnya kepada mereka.

“Tetapi ada begitu banyak berkat yang turun di Rumah itu sehingga mereka mengubah hidup saya selamanya,” kata Sheikh.

Ia kemudian menjelaskan bahwa berkah-berkah Tauhid turun di Makkah, dan berkah-berkah kenabian turun di Madinah.

“Seseorang tidak melihat apa pun dalam kehidupan jika ia belum melihat dua tempat suci tersebut. Semoga Allah memberi semua Muslim kesempatan untuk berkunjung ke Rumah-Nya,” pungkas Sheikh.

Wallahu ‘Alam bish Shawab (Vina – Sumber: Kutipan dari pidato Shaikh Zulfiqar – sacredlearning.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here