Pesantren Tebuireng Keluarkan Maklumat Terkait Penanganan Corona

102

Jakarta, Muslim Obsession – Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, mengelukan maklumat terkait penanganan corona yang dinilai masih jauh dari harapan. Banyak hal yang harus dibenani oleh pemerintah dalam penanganan virus ini.

Maklumat dari Pesantren Tebuireng terkait penanganan Covid-19, dikeluarkan pada Minggu (21/6/2020). Salah satunya pemerintah diminta memperbaiki strategi komunikasi publik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dalam pelaksanaan percepatan penanganan Covid-19, pemerintah juga diminta memperkuat pendekatan kultural, serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah.

“Maklumat ini muncul dari keprihatinan kami di pesantren setelah melihat perkembangan situasi dan kondisi di masyarakat,” kata Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (22/6/2020).

Pesantren Tebuireng pada poin pertama maklumat, mengapresiasi kinerja pemerintah maupun pemerintah daerah dalam penanganan pandemi corona.

Salah satu kinerja yang mendapatkan apresiasi, yakni adanya peningkatan jumlah pemeriksaan secara masif dan pelacakan kasus (tracing) di masyarakat.

Kemudian, pada poin kedua, Pesantren Tebuireng menilai pemerintah perlu memperbaiki strategi komunikasi publik, serta mengedepankan aspek kultural dalam penanganan Covid-19.

“Untuk yang kedua, kami meminta pemerintah mengimbangi ikhtiar positif tersebut dengan memperbaiki strategi komunikasi publik dan memperkuat pendekatan kultural serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah,” sebut Gus Kikin.

Pada poin berikutnya, Pesantren Tebuireng meminta semua pihak menahan diri dan tidak menjadi bagian dari pihak-pihak yang berkontribusi pada kesimpangsiuran informasi terkait Covid-19.

Pemulasaraan jenazah

Maklumat Pesantren Tebuireng terkait penanganan Covid-19 juga menyinggung soal penanganan pasien corona.

Menurut Gus Kikin, proses pemulasaraan jenazah dan pemakaman pasien terduga atau yang terkonfirmasi positif Covid-19, perlu dipastikan sudah memenuhi pedoman pemulasaraan jenazah sesuai dengan agama yang dianut masing-masing pasien.

Kepastian bahwa proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah sudah sesuai agama si pasien corona, bisa menghindarkan keraguan-raguan keluarga pasien serta masyarakat.

“Kami tidak berbicara dalam konteks pemulasaraan jenazah yang Muslim saja. Tapi, secara keseluruhan, apapun agamanya. Mengingat proses pemulasaraan jenazah ini cukup sensitif dalam perspektif budaya sebagian masyarakat kita,” ujar Gus Kikin.

Adapun poin berikutnya dalam maklumat yang dikeluarkan Pesantren Tebuireng, yakni mengharapkan agar para tokoh masyarakat ikut berperan aktif dalam upaya mengedukasi dan menenangkan masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi virus corona.

Sedangkan pada poin keenam, Pesantren Tebuireng mengharapkan semua pihak yang terkait dengan penanganan Covid-19 untuk mengedepankan sikap jujur, amanah dan pertanggungjawaban moral yang setinggi-tingginya.

Lalu pada poin ketujuh, Pesantren Tebuireng memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petugas medis yang telah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here