Pesantren Diharapkan Mampu Jawab Tantangan Global dengan Karakter Keindonesiaan

75
Jenderal (Purn) Fachrul Razi akui Misi Kemenag sama denga para Kiai NU dan Muhammadiyah. Foto: Kemenag.
Menag Fachrul Razi (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Fachrul Razi berharap pesantren dapat menjawab tantangan modernitas serta tuntutan global. Kendati di satu sisi pesantren juga harus tetap mempertahankan karakter keindonesiaan dan menjawab problematika di dalam negeri.

“Pesantren diharapkan mampu berkontribusi dalam memecahkan problematika umat dunia secara keseluruhan,”ujar Menag dalam sambutannya membuka Tahun Pendidikan 2020/2021 dan Pelantikan Santri Baru Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, melalui sambungan video konferensi, Ahad (19/7/2020).

Pada acara yang juga dihadiri Pengasuh PMI Dea Malela KH Din Syamsuddin ini, Menag menyampaikan pesan yang berlaku bagi seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Pertama, perkuat jati diri dan identitas pondok pesantren yang berkarakter keindonesiaan. Menurutnya, pondok pesantren merupakan institusi keislaman yang lahir dari rahim Indonesia, berada di Indonesia, serta tumbuh dan berkembang dari Indonesia.

“Bahkan, pesantren itulah yang turut aktif dalam mendirikan negara ini untuk itu pertahankan ideologi, budaya, serta karakter bangsa dan negara Indonesia yang selalu menghargai, menempatkan aspek kemaslahatan manusia sebagai prioritas, memberikan kedamaian, memberikan keteduhan dan memegang teguh atas kesepakatan kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Menag, seperti dilansir Kemenag.

Kedua, jadikan pesantren sebagai instrumen-instrumen untuk berkontribusi secara nyata baik di Indonesia maupun dunia internasional.

“Sudah saatnya kita mewujudkan komitmen dalam dan harapan kita untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat destinasi pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin, yang memberikan kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama umat manusia di muka bumi ini, apapun negaranya, agamanya bahasa, ras, atau pun budayanya,” pesan Menag.

Ketiga, Menag berpesan agar para santri selalu bersungguh-sungguh berusaha dengan kuat dan memohon kepada Allah agar mendapat ridha Allah subhanahu wa ta’ala.

“Ingat, Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh niscaya ia akan meraih keberhasilan dan kesuksesan,” tandas Menag. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here