Pesan Terakhir Anggota PJKA yang Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air 

886
Pesawat Lion Air (Foto: Wikipedia)

Jakarta, Muslim Obsession – Kabar duka jatuhnya pesawat Lion Air Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10/2018) mengagetkan semua orang, tak terkecuali paguyuban PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad).

Dalam broadcast yang beredar melalui aplikasi chatting WhatsApp, diketahui adanya anggota komunitas tersebut yang menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air. Berikut isinya:

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, kita semua merasakan duka atas kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10/2018).

Di antara para korban yang sampai saat ini dinyatakan dengan status hilang terdapat saudara kita Wahyu Susilo, salah seorang anggota PJKA asal Klaten.

Mas Wahyu, demikian sapaan akrabnya merupakan anggota rombongan Jogja Tenso (Jogja’50) bersama pak Ma’ruf Qodari dan kawan-kawannya, yang biasa memesan tiket Progo-GBM secara rombongan.

Dia meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 7 minggu dan 1 orang anak usia 4 tahunan di Dukuh Geneng, RT. 017/008, Kelurahan Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Di Jakarta, alumni Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini bekerja di sebuah perusahaan perkebunan PT Kencana Agri Ltd. Ia bekerja satu kantor dengan Ipar P (PJKA asal Solo).

Menurut keterangan Ipar P, semalam (28/10/2018) ia naik GBM bersama temannya Nurjantoro.

Dalam pesan WhatsApp terakhirnya, Mas Wahyu Susilo mengingatkan kita semua dengan doa, Ya muqallibal quluub tsabbit qalbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

Kepada para sederek PJKA semuanya, mari kita doakan saudara kita Wahyu Susilo dan para korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 lainnya, semoga mendapatkan terbaik di sisi-Nya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu”(Vina)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here