Pertama Kali Dalam 18 Tahun, India Umumkan Gencatan Senjata di Kashmir

492
Para pengunjuk rasa melemparkan batu kepada pasukan India di Srinagar, Kashmir, bulan ini. Wilayah yang dikuasai India semakin tenggelam dalam kekacauan, dengan puluhan militan tewas dan protes besar meletus tahun ini. (Photo: New York Times)

Kashmir, Muslim Obsession – Pertama kalinya dalam 18 tahun, pemerintah India mengumumkan untuk menghentikan operasi terhadap militan separatis di Jammu dan Kashmir selama bulan suci Ramadhan.

Terhitung sejak Kamis (17/5/2018) waktu setempat, pemerintah India mengumumkan gencatan senjata di wilayah itu. Tercatat, selama setahun terakhir, Kashmir semakin tenggelam dalam kekacauan, dengan puluhan militan tewas.

Banyak warga Kashmir menyambut hangat keputusan pemerintah. Mereka amat berharap, seruan gencata senjata akan meredakan ketegangan. Serta menghidupkan kembali upaya untuk menemukan celah perdamaian.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk gencatan senjata. Karena tak ada satu pun orang yang mau melihat putranya pulang dengan dibungkus kafan,” kata Bashir Ahmed Khanday, ayah dari seorang militan, yang baru-baru ini tewas.

Kashmir, lembah gunung Himalaya yang terkenal akan keindahannya yang spektakuler, telah tenggelam dalam konflik berdarah selama lebih dari 70 tahun.

Kawasan tersebut masih menjadi sengketa antara India dan Pakisatan. Hingga pertempuran tak bisa dicegah dan menewaskan puluhan ribu orang.

Rumitnya perselisihan kedua negara tersebut, disebabkan oleh klaim agama. Kashmir didominasi Muslim dan sebagian besar Lembah Kashmir dikendalikan oleh India, yang mayoritas beragama Hindu.

Pakistan yang didominasi Muslim dan secara historis mendukung separatis Kashmir melawan pasukan India. Pemerintah India jelas berusaha memenangkan beberapa poin di kalangan Muslim dengan menghentikan operasi selama Ramadhan, salah satu periode tersuci tahun ini.

Tapi, bagi Angkatan Darat India dan badan-badan intelijen yang terkait dengan pertempuran, ini merupakan keputusan sulit. Para pejabat keamanan mengatakan mereka telah menewaskan lebih dari 70 militan tahun ini.

Terakhir kali, pemerintah India mengumumkan gencatan senjata sepihak di Kashmir, yakni selama Ramadhan pada tahun 2000. Para analis mengkritik langkah itu tidak efektif.

“Ini hanya akan memberi para militan ruang bernapas untuk menggali dan berkumpul kembali. Kekhawatiran yang sama juga bergema pada saat ini,” katanya, seperti dilansir New York Times, Jumat (18/5/2018).

Sedangkan pada tahun 2003, Pakistan dan India pernah mencoba melakukan gencatan senjata di sepanjang perbatasan yang disengketakan. Gencatan senjata itu masih ada, tetapi hanya nama dan dianggap formalitas belaka.

Sebab nyatanya, kedua negara terus menembakkan peluru artileri melintasi perbatasan, menewaskan banyak orang di setiap sisi. Menurut para pengamat, hanya tahun ini saja, gencatan senjata telah dilanggar lebih dari seribu kali.

Omar Abdullah, mantan menteri utama di Kashmir, mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, pemerintah pusat India telah membuat banyak janji besar untuk Kashmir. Tetapi pada akhirnya tak satu pun ditepati.

“Setelah Ramadhan, apa selanjutnya?”, kata Omar, nampak putus asa. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here