Persoalan Utama Bangsa ini Bukan Radikalisme, Tapi Kemiskinan dan Moralitas Pemimpin

1840

Makassar, Muslim Obsession – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam menyayangkan adanya isu radikalisme yang dihembuskan pemerintah secara berlebihan.

Menurutnya, masih ada isu yang lebih penting yang harus diperhatikan pemerintah, yaitu kemiskinan yang bisa menjadikan orang berprilaku radikal.

“Karena saya yakin jika rakyat sejahtera tidak ada orang berprilaku radikal. Jadi problem utama bangsa ini adalah kemiskinan bukan radikalisme,” kata Usamah saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Parmusi Sulawesi Selatan yang diketuai Abubakar Wasahuwa di Universitas Negeri Makassar, Sabtu (2/11/2019).

Usamah yang sudah mengunjungi berbagai pelosok dan pulau-pulau terluar melalui program Gerakan Desa Madani Parmusi ini melihat di depan mata, bahwa kemiskinan dan kebodohan masih banyak menimpa di masyarakat. Sebab itu, bicara radikalisme dalam konteks kebangsaan secara berlebihan saat ini tidak tepat.

Usamah heran, isu radikalisme dihembuskan sedemikian rupa seolah-olah menjadi program prioritas seluruh jajaran pemerintahan.

“Sungguh aneh pemerintah menjadikan persoalan radikaslime sebagai isu nasional, padahal kondisi masyarakat kita masih banyak yang miskin. Harusnya pemerintah menekankan pemberdayaan masyarakat ekonomi desa bukan radikalisme,” jelasnya.

Selain masalah kemiskinan, sambung Usamah, persoalan lain yang menjadi PR bersama bangsa ini adalah masih lemahnya iman dan takwa di masyarakat yang menyangkut moralitas bangsa.

Persoalan ini semestinya yang menjadi prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan moral bangsa ini, sepertinya halnya yang kini menjadi concern Parmusi.

“Di dalam konsep Desa Madani Parmusi itu ada empat pilar utama yang ditekankan. Pertama adalah peningkatan iman dan takwa, lalu kesejahteraan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan-persoalan itu yang mestinya menjadi prioritas pemerintah untuk menjalankan program kerja ke depan, bukan radikalisme.

Ia pun meminta kepada para Dai Parmusi agar tidak terpengaruh dengan isu radikalisme dan mengajak kepada para dai untuk lebih giat dan fokus dalam berdakwah.

“Dai Parmusi tidak perlu takut dengan isu radikalisme, tetap semangat dalam berdakwah, karena dakwah kita ini menegakan kalimat tahuid, mengajak kebaikan, menyerukan persatuan, dan keutuhan bangsa bukan kebencian dan perpecahan, sebaliknya Islam itu rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Usamah menuturkan, bahwa persoalan radikalisme memang harus cepat diselesaikan. Namun cara penyelesainnya juga tidak boleh dilakukan dengan cara-cara radikal.

Pada Safari Dakwah Parmusi kali ini Usamah Hisyam didampingi Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Umum Muslimah PP Parmusi Nurhayati Payapo, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, dan Bendahara PP Parmusi Dewi Achyani, serta sejumlah jajaran pengurus wilayah Parmusi Sulawesi Selatan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here