Persentase Pengungsi Muslim di AS Merosot Tajam

499
Aksi mendukung datangnya pengungsi (Photo: World Religion News)

Jakarta, Muslim Obession – Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, persentase pengungsi Muslim di Amerika Serikat (AS) tahun ini merosot tajam atau hanya sekitar 17 persen.

Sesuai data yang dikeluarkan dari Departemen Luar Negeri oleh Pew Research Center,  hanya 17 persen atau 1.800 dari total 10.500 pengungsi Muslim yang berhasil mendapatkan tempat tinggal di AS.

Sebaliknya, jumlah pengungsi Kristen melonjak tiga kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya.  Mereka mendapat porsi 63 persen atau 6.700 individu. Data ini dianggap jelas sebagai dampak dari kebijakan Trump.

Dikutip dari World Religion News, Selasa (8/5/2018) pada 2017, Trump membatasi jumlah penerimaan maksimum 45.000 pada tahun 2018. Ini adalah angka terendah sejak 1980, atau sejak program pengungsian ini diciptakan oleh Kongres.

Program ini dibuat untuk melindungi mereka yang melarikan diri dari penganiayaan di negara asal mereka masing-masing. Persentase pengungsi diakui merosot tajam selama tahun 2018. Karena Trump membatasi penerimaan selama beberapa bulan untuk membuat tinjauan.

Ulasan ini menghasilkan tindakan penyaringan keamanan yang lebih ketat. Kebijakan imigrasi yang dilembagakan oleh Trump, termasuk larangan bepergian, telah mempengaruhi warga negara dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Juga dianggap mempengaruhi demografi pengungsi yang ingin masuk ke Amerika Serikat. Sebuah analisis oleh Pew Research Center dari data Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi, mengungkapkan penerimaan pengungsi Muslim Amerika sangat berbeda dengan tren pengungsi di seluruh dunia.

Individu dan keluarga yang ingin mencari suaka atau mengungsi ke Amerika akan diajukan serangkaian pertanyaan termasuk afiliasi keagamaan. Hanya setelah mendapat persetujuan, mereka bisa terbang ke Amerika Serikat untuk pemukiman kembali. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here